Rizal Ramli: Punya Kekayaan Alam, Rakyat Flores Tak Pantas Miskin

Oleh Septian Deny pada 27 Jun 2016, 17:01 WIB
Diperbarui 27 Jun 2016, 17:01 WIB
Kunjungan ke Labuan Bajo
Perbesar
Dalam rangka menyambut kunjungan Menteri Koordinator Bidan Maritim dan Sumber Daya, Rizal Ramli, di NTT, masyarakat siapkan Tarian Cica.

Liputan6.com, Flores - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli mengatakan dengan kekayaan alam ‎yang dimiliki Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), masyarakat di wilayah ini sepatutnya bisa hidup dengan sejahtera.

Selain potensi pariwisata yang begitu besar, kawasan ini memiliki hasil laut dan pertanian yang bisa untuk mencukupi kebutuhan masyarakat.

‎"Penduduk Flores hanya 2 juta orang‎, Labuan Bajo hanya 250 ribu orang. Dengan kekayaan alamnya, sumber daya ikannya, wisatanya, kita punya potensi pertanian. Mestinya tidak sulit untuk meningkatkan kemakmuran rakyat Flores. Tidak pantas rakyatnya miskin," ujar Menko Rizal di Labuan Bajo, NTT, Senin (27/6/2016).

Rizal menyatakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Flores, salah satu sektor yang bisa diandalkan adalah pariwisata. Namun untuk mendukung pengembangannya, perlu ketersediaan berbagai infrastruktur pendukung.

"Dengan perencanaan yang bagus, pariwisata yang baik, investor yang tidak ugal-ugalan dan punya tanggung jawab sosial, kita bisa ciptakan kemakmuran untuk rakyat dalam 5-10 tahun mendatang," dia menjelaskan.

‎Menurut Rizal, pariwisata merupakan sektor bisnis yang paling murah dan mampu menyerap banyak tenaga kerja. Untuk memulai bisnis pariwisata hanya membutuhkan modal US$ 3.000 per lapangan kerja. Sedangkan untuk membangun industri, butuh modal setidaknya US$ 50 ribu.

"Pemerintah ingin tingkatkan sektor pariwisata alasannya sederhana, karena paling murah untuk ciptakan lapangan kerja. Hanya butuh US$ 3.000 per lapangan kerja. Ini paling murah‎. Kalau bangun industri paling tidak butuh US$ 50 ribu-US$ 100 ribu," tutur dia.

Oleh sebab itu, lanjut Rizal, pemerintah menargetkan penyerapan tenaga kerja di sektor pariwisata bisa mencapai 5 juta orang dalam 5 tahun ke depan. Selain itu, jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke Indonesia mencapai 20 juta turis hingga 2019.

"Wisatawan asing tahun lalu 10 juta, kita targetkan jadi 20 juta orang.‎ Penyerapan tenaga kerja di sektor pariwisata sekarang 3 juta orang, dalam 5 tahun ditargetkan 5 juta, itu yang langsung. Yang tidak langsung bisa 2-3 kalinya.‎ Kalau kita konsisten, dalam 10 tahun sektor pariwisata jadi sektor terbesar di Indonesia, mengalahkan sektor migas, palm oil," kata dia.

**Ingin mendapatkan informasi terbaru tentang Ramadan, bisa dibaca di sini.