Stok BBM 4 Wilayah Ini Sangat Mengkhawatirkan

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 13 Mei 2016, 15:28 WIB
Diperbarui 13 Mei 2016, 15:28 WIB
20150930-Pom Bensin-BBM-SPBU-Jakarta
Perbesar
Aktivitas pengisian BBM di SPBU Cikini, Jakarta, Rabu (30/9/2015). Menteri ESDM, Sudirman Said menegaskan, awal Oktober tidak ada penurunan atau kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) baik itu bensin premium maupun solar. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Stok bahan bakar minyak (BBM) di empat daerah dalam kondisi mengkhawatirkan akibat keterbatasan tangki penyimpanan bahan bakar energi tersebut.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM I Gusti Nyoman Wiratmaja mengungkapkan, keempat wilayah yang memiliki stok BBM minim tersebut adalah Palembang, Lampung, Jambi dan Bangka Belitung. "Ini perlu ada perhatian khusus," kata Wiratmaja, Jumat (13/5/2016).

Adapun Palembang hanya memiliki 15 hari ketahanan stok Premium, dan 13 hari ketahanan stok Solar. Sedangkan  Lampung memiliki 12 hari ketahanan stok Premium dan 17 hari ketahanan Solar.

Stok tersebut masih tergolong baik jika dibandingkan dengan keadaan yang terjadi di Jambi dan Bangka Belitung. Jambi hanya memiliki 10 hari ketahanan Premium, sementara ketahanan stok Solar cukup baik, yaitu selama 23 hari.

 


Kondisi ketahanan stok Premium dan Solar di Bangka Belitung yang sangat mengkhawatirkan, masing-masing hanya 6 hari dan 5 hari.

Kondisi tersebut terbilang mengkhawatirkan karena jika terjadi keadaan darurat maka pasokan BBM ke masyarakat pada keempat wilayah akan terganggu.

Dari keempat daerah tersebut, seluruhnya masih di bawah rata-rata ketahanan stok tangki nasional sebesar 22 sampai 27 hari dan ditargetkan dalam beberapa tahun ke depan mencapai 30 hari. "Sehingga kalau ada kondisi-kondisi emergency segera bisa tertangani," dia menuturkan.

Wiratmaja mengimbau, para pemimpin daerah segera ikut berpartisipasi mengatasi masalah ini dengan membantu penyediaan lahan untuk pembangunan Depo. Sedangkan Pemerintah dalam hal ini Kementerian ESDM akan bekerja sama dengan Pertamina untuk membangun tangki BBM.

"Ibarat nenek moyang kita dulu membangun lumbung, jadi kita perlu membangun lumbung-lumbung energi ini," tutup Wirat.(Pew/Nrm)