Studi: 52% Miliarder Dermawan Cemas Uangnya Disia-siakan

Oleh Liputan6 pada 08 Apr 2016, 20:05 WIB
Diperbarui 08 Apr 2016, 20:05 WIB
4 Cara Agar Kamu Bisa Berhemat dan Menabung Lebih Banyak Uang
Perbesar
Tak ada aturan untukmenjadi kaya, kecuali harus berhemat dan menambah tabungan dengan konsisten.

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah studi tentang orang kaya yang dermawan menemukan jika penyumbang paling murah hati berumur di bawah 40 tahun. Namun para penyumbang ini diketahui khawatir jika pemberian sukarela mereka tidak berguna sama sekali.

Melansir laman Thinkadvisor.com, Jumat (8/4/2016) SEI Private Wealth Manajemen dan Scorpio Partnership melakukan survei terhadap 275 orang dengan rata-rata total aset keuangan US$ 18 juta atau setara dengan Rp 236,9 miliar (estimasi kurs 13.165 per dollar AS).

Dalam survei tersebut, sebanyak 58 persen adalah laki-laki dan 42 persen berjenis kelamin perempuan. Mereka rata-rata berusia 51 tahun, dengan 21 persen berada di bawah 40 tahun.

Para responden termuda mengaku, mereka menyerahkan 27 persen dari kekayaannya setiap tahun, rata-rata sebanyak dua kali. Sementara mereka dengan aset US$ 10 juta atau lebih, menyumbangkan 21 persen dari kekayaan mereka.

Meski begitu, ternyata mereka juga punya kecemasan tersendiri. Sebanyak 52 persen dari mereka dengan kekayaan di atas US$ 10 juta (Rp 131,6 miliar), merasa khawatir bahwa uangnya sama sekali tidak membawa perubahan, atau bahkan tersia-siakan.

Kekhawatiran tersebut membuat tidur mereka tidak sebaik penyumbang yang tidak terlalu kaya.

Penyumbang dengan aset kekayaan yang rendah, tidak merasa khawatir mengenai kemana uang pemberiannya. Penyumbang yang tidak merasa khawatir ini berumur di atas 60 tahun. Para penyumbang perempuan juga merasa lebih tenang dibandingkan penyumbang pria.

Sebanyak 44 persen dari responden mengatakan, mereka sering mencari nasihat tentang keputusan keuangan yang sulit dari para ahlinya. Sebanyak 21 persen mencari pendapat kepada keluarganya dan 20 persen mengandalkan diri sendiri. (Shabrina Aulia Rahmah/nrm)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya