Gunakan Gas PGN, Pengusaha Lontong Ini Hemat Rp 1 juta/Bulan

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 30 Mar 2016, 15:25 WIB
20151028-PGN Siap Salurkan Gas Ke Sektor Industri

Liputan6.com, Jakarta - Pengusaha makanan di Surabaya Jawa Timur mendapatkan manfaat penggunaan gas bumi sebagai bahan bakar memasak. Manfaat tersebut berupa penghematan produksi.

Ini diungkapkan pengusaha ‎Lontong Ari Siswanto, yang mengaku sudah dua tahun menggunakan gas bumi yang dipasok PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN). Sebelumnya ia menggunakan elpiji 3 kilogram (kg) sebagai bahan bakar.

Jika dibandingkan antara penggunaan elpiji 3 kg dengan gas PGN, Ari mengaku nilai penghematannya mencapai Rp 1 juta per bulan.

"Saya sudah dua tahun pakai gas bumi yang disalurkan lewat pipa. Awalnya selama bertahun-tahun saya masak lontong menggunakan elpiji 3 kg," kata Ari, Rabu (30/3/2016).


Pengusaha yang membuka usahanya di Kampung Lontong Banyu Urip Lor, Kelurahan Kupang Krajan, Kecamatan Sawahan, Surabaya merasa beruntung bisa beralih memakai energi bahan bakar gas bumi untuk memproduksi lontong.

Dia mengatakan, jika sebelumnya memasak dengan elpiji ukuran 3 kg murah karena adanya disubsidi pemerintah, ternyata dengan gas bumi bisa lebih hemat lagi.
 
"Dulu pakai elpiji 3 kg sehari bisa habis 3-4 tabung, itu sekitar Rp 70.000-an per hari. Artinya kalau sebulan untuk biaya bahan bakar masak lontong saja saya habis Rp 2 juta lebih per bulan," ungkap Ari.
 

Ari mengungkapkan, selama menggunakan gas bumi dari PGN, dirinya tidak pernah mengalami kendala, kondisi ini juga dirasakan pedagang lontong lainnya di kampung lontong.
 
"Dua tahun pakai gas bumi PGN tidak pernah ada kendala, teman-teman yang lain juga merasakan yang sama. Gas bumi aman, hemat, dan bersih, kami tidak pernah ada keluhan sama sekali," tutur dia.
 
Selain itu, memasak dengan gas bumi, lontong yang dihasilkan kualitasnya jauh lebih baik, karena api yang dihasilkan merata.
 
"Kalau pakai LPG, ketika gas ditabung habis dan harus ganti, kompor mati, panas yang dihasilkan jadi turun dan membuat lontong lembek, tapi dengan gas bumi suplai gas tidak berhenti, lontong yang dihasilkan bagus," tambahnya.
 
Dia berharap, ke depannya seluruh pedagang lontong di Kampung Lontong mendapatkan pasokan gas bumi dari PGN.
 
"Harapan saya untuk PGN ke depannya, masih ada beberapa teman dari komunitas saya ini belum pakai gas bumi. Jadi memang ada informasi bahwa akan ada gelombang ke-2 yang akan diteruskan ke Kampung Lontong ini. Harapan saya seperti itu, teman-teman yang belum bisa masak pakai gas PGN bisa dipasang jaringan gas bumi juga seperti kita," tutur dia.
 
Sementara itu, Kepala Area PGN Surabaya, Dian Kuncoro menambahkan, sebenarnya di Surabaya, PGN tidak hanya mensuplai gas bumi bagi para pedagang Kampung Lontong saja, tetapi ada juga Kampung Kue, ada usaha laundry, dan banyak lagi.
 
"Kami tentunya senang sekali, bila gas bumi yang dipasok ke pelanggan kami khususnya di Kampung Lontong hingga Kampung Kue memberikan dampak besar bagi pelanggan, salah satunya bisa berhemat dan usahanya tambah berkembang," terang Dian.
 
Dian menegaskan, PGN berkomitmen terus menambah jaringan gas bumi khususnya di Jawa Timur. Sampai saat ini lebih dari 20.200 pelanggan di Jawa Timur telah menikmati gas bumi dari PGN.
 
Seperti di Surabaya terdapat 14.955 rumah tangga pakai gas bumi dari PGN, kemudian ada 142 usaha kecil menengah (UKM), dan 192 pelanggan komersil (rumah sakit, restoran, hotel, mal), serta 163 industri pakai gas bumi dari PGN. Adapun di Sidoarjo terdapat 4.486 pelanggan dan Pasuruan 269 pelanggan.
 
"PGN juga terus mengembangkan infrastruktur pipa gas bumi khususnya di wilayah Jawa Timur. Saat ini pipa gas PGN di Surabaya sepanjang 493 km. di Sidoarjo 313 km, Pasuruan sepanjang 189 km," tutup Dian.
 
Adapun secara nasional PGN memiliki dan mengoperasikan pipa gas bumi sepanjang lebih dari 6.980 km, ini setara dengan 76 persen pipa gas bumi hilir nasional. PGN menyalurkan gas bumi ke lebih dari 107.000 rumah tangga, lebih dari 1.850 pelanggan komersial (rumah sakit, mal, pusat belanja, hotel, dan lain-lain), industri dan pembangkit listrik lebih dari 1.520 pelanggan.
 
Penyaluran gas bumi PGN ini tersebar di berbagai daerah mulai dari Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Riau, Jabodetabek, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Utara hingga Sorong Papua.(Pew/Nrm)