Alasan Warga AS Habiskan Pensiun Sambil Berlibur di Luar Negeri

Oleh Agustina Melani pada 27 Mar 2016, 06:00 WIB
Diperbarui 27 Mar 2016, 06:00 WIB
Pensiunan bukan berarti tak berkarya
Perbesar
Pensiunan (sumber. blog.sciddy.com)

Liputan6.com, Jakarta - Pernahkah Anda berpikir untuk menikmati sisa hidup di luar negeri? Untuk orang Indonesia sendiri nampaknya banyak yang berprinsip lahir dan mati di tanah sendiri, atau hujan batu di negeri sendiri lebih baik daripada hujan emas di negeri orang.

Namun tidak demikian dengan para pensiunan di negeri Paman Sam. Setiap tahunnya, ribuan orang Amerika memilih untuk menghabiskan masa pensiun di luar negeri.

Mengutip data dari International Living di Amerika, Social Security Administration membayar benefit sampai US$ 3 juta untuk para pensiunan yang akan hidup di luar negeri pada 2013.

Inilah lima alasan mengapa banyak orang Amerika yang memilih untuk hidup di luar negeri seperti dikutip dari www.cekaja.com, Minggu (27/3/2016).
(Baca juga: Yakin Uangmu Bisa Cukup Untuk Hidup Saat Pensiun Nanti?)

1. Karena langit biru dan cuaca hangat

Anda yang belum pernah melihat salju mungkin akan sangat senang dengan musim dingin saat berkunjung ke luar negeri. Namun bagi banyak orang barat apalagi yang sudah lanjut usia, musim dingin sangat menyengsarakan.

Itulah mengapa mereka lebih memilih menghabiskan liburan musim mereka kabur ke negara-negara tropis.

Banyak orang Amerika yang memilih menghabiskan masa pensiun di luar negeri karena tertarik bujukan kehidupan yang lebih santai dan cuaca cerah.

Ekuador contohnya, sebagai negara tujuan utama pensiunan Amerika, telah didaulat sebagai satu dari 10 negara dengan cuaca terbaik. Tentu para opa dan oma asal Amerika tak mau direpotkan oleh batuk-batuk dan flu karena kedinginan.

2. Karena biaya hidup di luar Amerika Serikat lebih murah

Adakah kota di Amerika Serikat di mana satu keluarga bisa hidup hanya dengan US$ 2.000 atau sekitar Rp 28 juta? Mungkin tidak. Namun tidak dengan negara-negara di Asia dan di Amerika Selatan.

Dalam sebuah artikel di Forbes, editor Dan Prescher dan istrinya Suzan Haskins menuliskan kalau biaya hidup di Ekuador hanya US$ 1.397 atau sekitar Rp 19,55 juta sebulan dengan estimasi mereka bukan menyewa tempat tinggal melainkan  memiliki rumah sendiri.

Di Indonesia, Thailand, Vietnam, dan Filipina, tentu saja biaya hidupnya jauh lebih murah! Dengan Rp 5 juta saja per bulan, pensiunan di negara kita bisa hidup sejahtera dan bisa liburan.

Jika di negaranya mereka harus pensiunan dengan uang pas-pasan, tapi dengan uang yang sama, mereka bisa jadi pensiunan kaya raya di luar negeri.

3. Karena pajak di luar Amerika Serikat lebih rendah

Sebagai perbandingan, Florida adalah negara bagian dengan pajak terendah di Amerika Serikat. Keluarga dengan rumah tetap kira-kira membayar US$ 6.100 atau sekitar Rp 85,40 juta per tahun atau 22 persen dari total pendapatan rumah tangga.

Sedangkan mereka yang tidak memiliki rumah tetap harus membayar US$ 4.800 atau sekitar Rp 67,20 juta atau 18 persen dari pendapatan rumah tangga. Itu baru di Florida. Di California pajak bisa mencapai tiga kali lipatnya.

Tak heran ya kalau para pensiunan lebih memilih kabur ke luar negeri untuk menghindari jeratan pajak yang mencekik. Pajak di Indonesia jelas tidak apa-apanya untuk mereka.

4. Karena ingin merasakan petualangan dan pengalaman budaya yang berbeda

Masa muda memang banyak waktu luang, tapi tidak ada uang. Setelah bekerja punya uang, tapi tidak punya waktu. Ini merupakan masalah klasik yang dihadapi semua orang. Keinginan untuk keliling dunia akhirnya harus dipendam karena keluarga menjadi prioritas di atas segalanya. Namun setelah pensiun dan anak-anak sudah berkeluarga, kesempatan untuk keliling dunia akhirnya tiba.

(Baca juga: Ini Biaya Kesehatan yang Harus Anda Tanggung Bila Pensiun Tanpa Asuransi)

Kalau tidak sekarang, kapan lagi? Usia yang sudah senja dan stamina yang tak lagi prima tidak mengurungkan niat para pensiunan Amerika untuk menjelajah. Mereka pun berani mengambil keputusan hidup di negara lain dengan uang pensiunan mereka.

5. Karena mereka memang mampu

Ini adalah alasan yang paling nyata. Mereka memilih untuk pensiun di luar negeri karena memang mampu. Mereka mampu membayar tiket pesawat, biaya hidup, menyewa, bahkan membeli properti di luar negeri.

Lagipula saat ini perjalanan internasional tidak semahal dulu. Kecanggihan internet membuat paea pensiunan Amerika dengan mudah mencari informasi yang berkaitan dengan hidup di luar negeri. Anda pun bisa jika kesehatan memungkinkan, punya tabungan pensiun cukup, dan ingin merasakan pengalaman berbeda di batas usia. (Ahm/Ndw)