PLN Operasikan SUTT 150 KV di Pesisir Selatan Padang

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 13 Mar 2016, 12:57 WIB
Diperbarui 13 Mar 2016, 12:57 WIB
20150812-Pasukan Elite PLN-Jakarta
Perbesar
Suasana perbaikan Menara Sutet di Jalan Asia Afrika, Jakarta, Rabu (12/8/2015). Pekerjaan tersebut mengandung resiko besar karena jaringan listrik masih dipelihara tanpa dipadamkan. (Liputan6.com/Helmi Afandi)

Liputan6.com, Jakarta - PT PLN (Persero) telah menyelesaikan transmisi Saluran Udaran Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilo Volt (kV) dari Bungus hingga Kambang, Kabupaten Pesisir Selatan, Padang, Sumatera Barat. Dengan selesainya transmisi SUTT tersebut akan meningkatkan pasokan listrik di wilayah tersebut.

Manajer Senior Public Relations PLN Agung Murdifi mengatakan, SUTT Bungus – Kambang mengalirkan listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Teluk Sirih ke Gardu Induk (GI) Kambang.

"Listrik dari Gardu Induk Kambang mencapai 21 Mega Watt (MW) digunakan untuk memasok kebutuhan listrik pelanggan PLN di daerah Pesisir Selatan dan sekitarnya," kata Agung, di Jakarta, Minggu (13/3/2016).

Dengan adanya aliran listrik dari PLTU Teluk Sirih juga dapat menggantikan peran Pusat Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Lakuak dan Lunang yang Berbahan Bakar Minyak (BBM). Sebelumnya, PLTD Lakuak dan Lunang merupakan pemasok listrik untuk Pesisir Selatan. Dengan adanya dua sumber pasokan ini diharapkan pasokan listrik di Pesisir Selatan menjadi lebih handal.

“Selain mutu tegangan listrik di bagian selatan Kabupaten Pesisir Selatan menjadi lebih baik, keberadaan Gardu Induk Kambang tersebut juga dapat meningkatkan kapasitas pasok PLN untuk melayani permintaan listrik masyarakat serta meningkatkan rasio elektrifikasi,”‎ lanjut Agung.

Menurut Agung pengerjaan infrastruktur kelistrikan tersebut terhitung cepat sehingga pengoperasian Gardu Induk Kambang lebih cepat 6 bulan dari yang dijadwalkan.

Pengoperasian Gardu Induk Kambang yang seharusnya dilakukan pada Juni 2016 dapat dipercepat setelah SUTT sepanjang 96,7 kilometer sirkuit (kms) ini dinyatakan layak bertegangan (energize) sejak 1 Januari 2016 yang lalu.

“Dengan percepatan pengoperasian GI Kambang ini, PLN mampu melakukan penghematan biaya operasi sekitar 94,2 Milyar rupiah, ini tentu tidak lepas dari kerja keras tim di lapangan dan dukungan masyarakat sekitar serta pemerintah daerah setempat," tutup Agung. (Pew/Gdn)

Tag Terkait