Sutet 500 KV Beroperasi, Listrik Jawa Bali Semakin Kuat

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 14 Feb 2016, 18:30 WIB
Diperbarui 14 Feb 2016, 18:30 WIB
20150812-Pasukan Elite PLN-Jakarta
Perbesar
Petugas PLN memperbaiki Menara Sutet di Jalan Asia Afrika, Jakarta, Rabu (12/8/2015). Pekerjaan tersebut mengandung resiko besar karena jaringan listrik masih dipelihara tanpa dipadamkan. (Liputan6.com/Helmi Afandi)

Liputan6.com, Jakarta - PT PLN (Persero) kembali mampu menambah pasokan listrik untuk memperkuat sistem kelistrikan di Wilayah Jawa dan Bali. Keberhasilan tersebut dengan beroperasinya Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (Sutet) dengan kapasitas 500 kilo Volt (kV).

Pelaksana Tugas Kepala Satuan Komunikasi Korporat‎ PLN Agung Murdifi mengatakan, Sutet yang terdiri dari dua sirkit ini, menyalurkan energi listrik dari Pusat Listrik Tenaga Uap (PLTU) Cilacap Ekspansi yang berlokasi di Desa Karang Kandri, Kabupaten Cilacap yang berkapasitas 660 Mega Watt (MW).

"Pengoperasian sirkit pertama resmi dilakukan pada jumat, 12 Februari 2016, sedangkan sirkuit kedua masih dalam tahap pembangunan dan diperkirakan beroperasi pada Maret 2016," kata Agung, di Jakarta, Minggu (14/2/2016).

Seiring dengan pengoperasian Sutet ini, PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) XVI yang berlokasi di Jawa Tengah, dalam dua bulan terakhir juga telah berhasil mengoperasikan up-rating trafo yang semula berkapasitas 30 Mega Volt Ampere (MVA) menjadi 60 MVA di beberapa Gardu Induk (GI), seperti GI Sragen, GI Secang atau Magelang, GI Pandean Lamper atau Semarang dan GI Beringin atau Salatiga.

"Dengan penambahan daya trafo yang mencapai 120 MVA tersebut, pelanggan dapat menikmati listrik yang lebih handal," tuturnya.

Pada 20 Januari 2016, PLN juga berhasil mengoperasikan Sutet 500 kV yang mehubungkan PLTU 2 Jateng/Adipala (1 x 660 MW) ke sistem kelistrikan Jawa-Bali.

Pertumbuhan kebutuhan listrik di Jawa-Bali diprediksi akan terus meningkat. Pada 2014, tercatat jumlah pelanggan PLN di Jawa dan Bali mencapai 37.044.645 pelanggan. Sedangkan pada 2015, jumlah pelanggan meningkat menjadi 39.469.948 pelanggan.

Beban puncak di Jawa-Bali juga telah mencapai 24.258 MW. Beban tertinggi ini terjadi pada Kamis, 5 November 2015 pukul 18.00 WIB. Angka ini mengalahkan rekor beban puncak yang terjadi sehari sebelumnya, yaitu sebesar 24.058 MW pada Rabu, 4 November 2015 pukul 18.00 WIB. (Pew/Gdn)

 

Tag Terkait