Pengelola Mal Tawarkan Potongan Harga dan Angpau Saat Imlek

Oleh Achmad Dwi Afriyadi pada 08 Feb 2016, 08:30 WIB
Diperbarui 08 Feb 2016, 08:30 WIB
20160129-Mal Hibur Pengunjung dalam Perayaan Imlek-Jakarta
Perbesar
Atraksi barongsai menghibur pengunjung di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, Kamis (19/2). Sejumlah pusat perbelanjaan menggelar berbagai atraksi budaya Tionghoa sebagai daya tarik dalam rangka perayaan Imlek 2567. (Liputan6.com/Gempur M Surya)

Liputan6.com, Jakarta - Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) meminta para tenant untuk memberikan potongan harga saat tahun baru China atau Imlek.

Pihak asosiasi menilai, langkah tersebut menjadi kesempatan para tenan untuk meningkatkan omzetnya. Berbeda dengan Festival Jakarta Great Sale, untuk potongan harga kali ini tergantung kebijakan dari masing-masing anggota serta tenant di dalamnya.

Ketua APPBI Ellen Hidayat‎ mengatakan, beberapa anggota sudah menangkap peluang tersebut. Bahkan, dia mengatakan potongan harga telah diberikan dari seminggu sebelum Imlek.

"Kalau dari asosiasi sudah memberitahukan kepada anggota, jadi ini suatu kegiatan yang bisa menaikkan omzet tenant. Dari pihak mal sebagian papan atas itu mengadakan midnight sale dari minggu lalu. Dua minggu sebelum Imlek diadakan," kata dia kepada Liputan6.com, Senin (8/2/2016).

Selain itu, dia mengatakan pihak pengelola mal juga membuat program lucky angpau. Dia menuturkan, dari situ konsumen dengan nilai belanja tertentu akan mendapatkan hadiah.

"‎Lucky angpao belanja berhadiah misalnya Rp 500 ribu- Rp 1 juta boleh mengambil angpau hadiah. Untuk mendorong konsumen lebih banyak," ujar Ellen.

Dia mengatakan, beberapa anggota asosiasi telah memberikan dekorasi dengan tema Imlek untuk mendorong pengunjung di pusat belanja. Dekorasi mal dihiasi lampion serta kudapan khas Imlek yakni kue keranjang.

Tak sekadar itu, beragam hiburan juga diberikan di mal seperti barongsai dan liong. Dia berharap, dengan begitu semua masyarakat dapat menikmati Imlek.

Ellen menuturkan, biasanya hal-hal semacam itu akan dinikmati masyarakat hingga dua minggu ke depan.‎

"Acara ini memberikan kesempatan, inilah kebudayaan setahun sekali nuansa display baju semua warna marah, identik kebahagian, rezeki, hoki‎," ujar dia. (Fik/Ahm)