Ini Proyek Pembangkit Energi Terbarukan di Sumatera

Oleh Achmad Dwi Afriyadi pada 12 Jan 2016, 18:37 WIB
Diperbarui 12 Jan 2016, 18:37 WIB
2016, Krisis Listrik Ancam Jawa-Bali
Perbesar
Kelima pembangkit tersebut yaitu PLTU Sumsel 8 2x600 MW, PLTU Sumsel 9 2x600 MW, PLTU Sumsel 10 1x600 MW, PLTU Batang 2x1.000 MW, dan PLTU Indramayu 1x1.000 MW. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta PT PLN (Persero) menyatakan berkomitmen dalam menggunakan energi baru terbarukan (EBT) sebagai bahan bakar untuk pembangkit listrik di wilayah Sumatera. Hal itu sesuai dengan program pemerintah untuk mencapai bauran EBT sebanyak 23 persen di tahun 2025.

Direktur Bisnis Regional Sumatera PLN Amir Rosidin mengatakan, penggunaan EBT merupakan prioritas dari perseroan. Maka dari itu, perseroan bakal meningkatkan penggunaan EBT.

"EBT tetap menjadi hal yang diprioritaskan karena EBT sesuai dengan program pemerintah diharapkan tahun 2025 sebanyak 23 persen. Ada beberapa termasuk Muara Labouh, PLTA Asahan 3 Merangin itu 600 MW-an. Batang Toru 525 MW, Merangin hampir sama, Asahan 3 itu 250‎ MW banyak yang kita kejar," kata dia dia, Jakarta, Selasa (12/1/2016).

Dia mengatakan, pasokan energi baru dan terbarukan di Sumatera bisa memanfaatkan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) dan Pembangkit Listrik Tenaga Air sebagai sumber energi. Sumber energi tersebut mengikuti posisi geografis Sumatera.

"PLTA rata-rata konsentrasinya Sumatera Utara, agak sedikit Aceh. PLTP ke barat Lampung, Bengkulu, Sumatera Utara bagian itu kan bukit barisan," ujarnya.

Di sisi lain, dia mengatakan pemanfaatan batubara sebagai energi ditujukan kepada wilayah-wilayah penghasil tambang.

"Jadi memang kalau batubara diusahakan Mulut Tambang. Ada resources di sana. Kalau tambang nggak dibuat pembangkit nggak bisa di-explore lagi," tutup dia. (Amd/Zul)