PLN Minati Beli Listrik dari Tenaga Angin yang Digarap Denmark

Oleh Ilyas Istianur Praditya pada 25 Okt 2015, 09:42 WIB
Diperbarui 25 Okt 2015, 09:42 WIB
pembangkit-listrik-tenaga-angin-130515c.
Perbesar

Liputan6.com, Jakarta - PT PLN (Persero) menyatakan bersedia jika dilibatkan dalam rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga kincir angin yang bakal dibangun Denmark di Sulawesi.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN Bambang Dwiyanto menjelaskan, dirinya mengapresiasi langkah pemerintah menggandeng Denmark dalam memperluas penggunaan renewable energy.

"Ini bagus sekali, kami sangat minat untuk membeli listriknya. Kami lihat dulu nanti spesifika‎sinya bagaimana," kata Bambang saat berbincang dengan wartawan di Kantor Pusat PLN, Minggu (25/10/2015).

Bambang menambahkan, sebagai acuan, skema penyaluran listrik yang melalui kincir angin tersebut seperti yang dilakukan dalam pembangkit listrik tenaga angin di Parangkusumo, DI Yogyakarta.‎

Mengenai mekanisme tarif yang bakal dibeli dan disalurkan PLN dalam pembangkit tersebut, Bambang lebih menyerahkan hal itu kepada pemerintah melalui Peraturan Menteri (Permen).

‎"Kalau teknologinya renewable energy itu pasti lebih mahal dari pembangkit yang sekarang, tapi untuk ke depan itu sangat bagus, lebih murah dan sumbernya tidak terbatas," papar Bambang.‎

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengaku telah bertemu dengan salah satu perusahaan asal Denmark untuk mebangun pembangkit listrik yang ramah lingkungan itu.

"Iya, kita dengan Denmark kerjasama bangun kincir angin di Sulawesi, ini sedang negosiasi, ya semoga dalam waktu 2 bulan selesai," kata Rini.

Rini menuturkan, Denmark dipilih untuk menjalin kerja sama ini dikarenakan negara tersebut sangat maju dalam penggunaan energi listrik yang menggunakan kincir angin selain Belanda.

Pembangkit listrik tenaga angin ini nantinya mampu menghasilkan listrik mencapai ‎200 Mega Watt (MW) dan mampu menjadi percontohan pengembangan pembangkit listrik tenaga angin yang lebih maju di beberapa lokasi nantinya.

"Kami harapkan permulaan tahun ini sudah dibangun dan pembangunannya sendiri cukup cepat, mungkin sekitar 12 bulan selesai, jadi tahun 2017 bisa dioperasikan," tegas Rini.‎ (Yas/Ahm)