Harga Gas di Sumatera Utara Lebih Mahal Ketimbang Singapura

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 16 Okt 2015, 22:06 WIB
Ilustrasi pipa gas

Liputan6.com, Jakarta - Sektor Industri Sumatera Utara mengeluhkan mahalnya harga gas bumi, bahkan harga gas di wilayah tersebut lebih mahal ketibang Singapura.

Pelaksana Tugas Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry Nuradi mengatakan, harga gas untuk kawasan Sumatera Utara mencapai US$ 12 per mmbtu, sedangkan di Singapura hanya US$ 6 per mmbtu.

"Gas di Singapura yang hanya US$ 6 per mmbtu, katanya mereka disubsidi," kata Erry, di kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Jumat (16/10/2015).

Erry menjelaskan, jika dibandingkan dengan wilayah lain di Indonesia, harga gas Sumatera Utara juga paling termahal. Hal tersebut sudah diadukan ke Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said.

"Banyak keluhan. Gas di sumut ini termahal di Indonesia. Sumut masih US$ 12 per mbtu, sedangkan di Jawa hanya US$ 8 per mmbtu hingga US$ 9,4 per mmbtu. Saya sebelum berangkat sudah konsep surat ke Menteri ESDM," tuturnya.

Erry mengungkapkan, harga gas di wilayahnya mahal karena minimnya infrastruktur penyaluran gas ke konsumen dan pungutan iuran dari Badan Pengatur Kegiatan Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).

"Setelah saya dapat keterangan harga gas mahal karena kapasitas pipa. Lalu ada iuran BPH Migas 4 persen. Lalu margin transportasi dari Tangguh dan Bontang,"pungkasnya. (Pew/Gdn)

Tag Terkait