Petani Sawit Harus Ganti Cara Pembukaan Lahan

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 13 Okt 2015, 19:30 WIB
Diperbarui 13 Okt 2015, 19:30 WIB
20150912-TNI Bantu Padamkan Kebakaran Lahan di Sumatera
Perbesar
Anggota TNI memadamkan api di perkebunan kelapa sawit di Desa Padamaran, Ogan Komering Ilir , Sumatera Selatan, Sabtu (12/9/2015). Kebakaran lahan menyebabkan kabut asap di sejumlah wilayah dan mengganggu jadwal penerbangan. (REUTERS/Beawiharta)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) sawit mengarahkan kepada petani sawit untuk tidak melakukan pebakaran lahan saat membuka perkebunan sawit. BPDP Sawit melihat masih banyak cara lain yang lebih aman untuk membuka lahan agar terhindar dari kebakaran hutan.

Direktur Utama BPDP Sawit, Bayu Krisnamurthi mengatakan, biasanya petani sawit memilih jalan cepat untuk membuka lahan yaitu dengan melakukan pembakaran lahan. Langkah pembuka lahan dengan cara membakar lahan diperbolehkan di dalam undang-undang. Namun memang, lahan yang dibuka ada batas tertentu. 

Selain itu, para petani sawit membuka lahan dengan membakarnya karena diyakini dapat mengusir hama.

"Kegiatan mereka sehari-hari karena mau tanam ya dibakar lahan jadi berisi hara tertahan di situ plus hama hilang itu memang praktik yang ada di masyarakat," kata Bayu, di kantor BPDP, Jakarta, Rabu (13/10/2015).

Menurut Bayu, harus ada pendekatan persuasif untuk mengubah cara pembukaan lahan. Pasalnya, tumbuhan yang dibakar tersebut tersebut bisa dimanfaatkan menjadi biomass atau kertas.

"Meningkatkan kesadaran dan kemampuan masyarakat agar tidak harus dibakar, semak belukar itu basisnya biomassa sehingga bisa jadi produk, paper itu kan mengolah semua ranting kayu jadi kertas yang dibakar ini duit," jelas Bayu.

Bayu menambahkan, dengan cara tersebut dapat meningkatkan nilai tambah yang mendatangkan pendapatan tambahan bagi petani sawit. Namun, untuk menerapkan perubahan tersebut dibutuhkan teknologi.

"Sistem ini kita dorong, insentif tidak membakar itu kita dorong. Pendekatan positif perlu dilakukan itu biomassa, sayang kalau tidak jadi duit, tapi memang belum ada teknologi," pungkasnya. (Pew/Gdn)

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya