Pertalite Disalurkan, Bagaimana Dampak Penjualan Produk BBM Lain?

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 30 Agu 2015, 09:27 WIB
Diperbarui 30 Agu 2015, 09:27 WIB
Pertalite diluncurkan 24 Juli 2015 di tiga kota yaitu Jakarta, Bandung dan Surabaya. (Liputan6.com/Achmad Dwi Afriyadi)
Perbesar
Pertalite diluncurkan 24 Juli 2015 di tiga kota yaitu Jakarta, Bandung dan Surabaya. (Liputan6.com/Achmad Dwi Afriyadi)

Liputan6.com, Jakarta - Kehadiran produk Bahan Bakar Minyak (BBM) baru Pertalite tentu berpengaruh pada produk BBM lain, seperti Pertamax 92 dan Premium. Bagaimana pengaruh penjualan Pertamax dan Premium atas kehadiran Pertalite?

Vice President Fuel Ritel Pertamina, Muhammad Iskandar mengatakan kehadiran Pertalite hanya memberikan sedikit dampak pada penjualan Pertamax.Pada setiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang menjual Pertalite, pengurangan penjualan Pretamax hanya 2 persen saja."

Masih sama penjualan Pertamax 8 ribu Kilo liter (Kl) per hari. Turunnya hanya dua persen dari SPBU yang ada Pertalilte," kata Iskandar, saat berbincang dengan Liputan6.com, seperti yang dikutip di Jakarta, Minggu (30/8/2015).

Sedangkan dampak penjualan Pertalite pada penjualan Premium cukup besar, Iskandar mencatat konsumen Premium yang beralih menggunakan Pertalite mencapai 12 persen."Premium susut 10 sampai 12 persen dari setiap SPBU yang ada Pertalitenya," tutur Iskandar.

Sementara itu, Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Ahmad Bambang menambahkan penjualan Pertalite mencapai  13.984 kilo liter (Kl) total dengan rata-rata per hari di atas 4 Kl sejak diluncurkan. Kehadiran Pertalite telah  merebut 12 persen pasar Premium.

"Porsi Premium dari penjualan BBM Pertamina 84 persen jadi turun 11-12 persen, komposisi premium terhadap gasoline sekarang 68-69 persen Pertalite naik 13 persen," kata Iskandar. (Pew/Ahm)