Pertamina Janji Wujudkan Ketahanan Energi di 2015

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 16 Agu 2015, 19:46 WIB
Diperbarui 16 Agu 2015, 19:46 WIB
Direktur Utama Pertamina, Dwi Sotjipto menghadiri pesta rakyat yang digelar perseroan di Lapangan Purna MTQ Pekanbaru, Riau, Minggu (16/8/2015).
Perbesar
Direktur Utama Pertamina, Dwi Sotjipto menghadiri pesta rakyat yang digelar perseroan di Lapangan Purna MTQ Pekanbaru, Riau, Minggu (16/8/2015) (Foto: Pebrianto Eko/Liputan6.com).

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Dwi Soetjipto memandang kesakralan peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia kian memudar beberapa tahun belakangan ini. 

Dwi mengatakan, hari kemerdekaan merupakan momen yang luar biasa bagi bangsa Indonesia. Seharusnya momen tersebut diperingati dengan berbagai kegiatan yang menunjukan semangat nasionallisme.

Menurutnya, peringatan hari kemerdekaan jauh lebih meriah jaman dahulu, ketimbang saat ini. "Meriah jaman dulu. Buat kami waktu kecil momen ini luar biasa," jelasnya di Lapangan Purna MTQ Pekanbaru, Riau, Minggu (16/8/2015).

Dwi mencontohkan, hal mudah dalam memperingati hari kemerdekaan yaitu memasang bendera merah putih pada setiap rumah. Sayangnya, saat ini kebiasaan itu mulai ditinggalkan.

"Kalau dulu setiap rumah mengibarkan bendera, kalau sekarang kurang disiplin mengibarkan bendera. Dulu pemaknaan 17 Agustus adalah sesuatu yang dibanggakan," paparnya.

Menurut Dwi, meski Indonesia sudah 70 tahun merdeka tetapi masih tetap membutuhkan perjuangan dari seluruh rakyatnya. Pertamina, sebagai Perusahaan plat merah yang menaungi sektor energi bertekat untuk mencapai kemandirian energi pada 2025.

"Kami masih butuh perjuangan lagi untuk mengatasi permasalahan bangsa ini, untuk Pertamina merumuskan sebuah visi ke depan bisa mandiri pada 2025. Masyarakat perlu men-support kami hadir untuk negeri ini," pungkasnya. (Pew/Gdn)