Usai Ricuh, 2 Sumur Blok Cepu Kembali Berproduksi

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 04 Agu 2015, 18:00 WIB
Diperbarui 04 Agu 2015, 18:00 WIB
Perbesar
Demo warga desa Ngasem, Bojonegoro, Jatim, di depan early productions facility (EPF) minyak Blok Cepu. Warga menuntut kompensasi, dan sejumlah fasilitas kesehatan lainnya.(Antara)

Liputan6.com, Jakarta - ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) menyatakan dua sumur di lapangan minyak dan gas bumi Banyu Urip Blok Cepu, Bojonegoro Jawa Timur sudah berproduksi kembali.

Vice President Public & Government Affairs ExxonMobil Indonesia Erwin Maryoto mengatakan, kedua sumur yaitu Early Oil Expansion (EOE) & Well Pad B, telah beroperasi Minggu 2 Agustus 2015. Dengan begitu produksi lapangan Banyu Urip kembali mencapai 80 ribu barel per hari (bph).

"Produksi penuh sebesar lebih dari 80.000 barel per hari telah dimulai kembali pada Minggu, 2 Agustus 2015," kata Erwin di Jakarta, Selasa (4/8/2015).

Sementara aktivitas rekayasa, pengadaan dan konstruksi (engineering procurement construction/EPC) 5 sudah dimulai kembali hari Senin, 3 Agustus 2015.

"Rencana untuk melanjutkan kembali kegiatan dan perbaikan terhadap fasilitas perkantoran di EPC 1 yang terdampak sedang berlangsung. Pekerja akan kembali bekerja setelah hasil penyelidikan usai," tuturnya.

Sekadar informasi, para pekerja di proyek EPC 1 Banyu Urip Blok Cepu, Bojonegoro, Jawa Timur, melakukan perusakan terhadap beberapa fasilitas pabrik seperti bangunan dan kendaraan.

Vice President Public and Government Affairs ExxonMobil Indonesia Erwin Maryoto membeberkan, insiden ini terjadi lantaran para pekerja subkontrakor marah karena tidak diizinkan meninggalkan area kerja lebih cepat saat waktu makan siang.
(Pew/Ndw)

Tag Terkait

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya