Pembangunan Jalan Tol Tanjung Lesung Bakal Dimulai pada 2016

Oleh Yandhi Deslatama pada 02 Agu 2015, 19:07 WIB
Diperbarui 02 Agu 2015, 19:07 WIB
Jalan Tol
Perbesar
(Foto: Bima Firmansyah/Liputan6)

Liputan6.com, Jakarta - Pembangunan jalan tol yang menghubungkan antara akses Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang menuju Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten sepanjang 60 kilometer (km) akan dimulai pada tahun depan.

"Mulai dibangun tahun depan. Akan ada roadmap jalan tol panjangnya sekitar 60 km agar kunjungan wisata meningkat. Sehingga, KEK Tanjung Lesung bisa terwujud dengan target sebagai peningkatan ekonomi dari sektor wisata," kata Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Banten, Ali Fadillah, Minggu (2/8/2015).

Menurut Ali, saat ini pemeirntah daerah sedang mematangkan analisis dampak dan manajemen lingkungan (Amdal) serta melakukan studi kelayakan pembangunan jalan tol tersebut.

"Untuk Tanjung Lesung, kami sudah rapat terakhir yang diselenggarakan di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Sudah ada kemajuan yang cukup baik tentang pembangunan jalan tol dari Bandara ke Tanjung Lesung. Sekarang kami dalam study kelayakan, terutama AMdal yang dilakukanan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kemenko perekonomian, dan BLHD Banten," terangnya.

Pembangunan jalan tol yang diperintahkan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) tersebut diharuskan selesai dalam jangka waktu tiga tahun. Selain itu, pihaknya juga meminta kerjasama yang baik antara masyarakat, swasta, dan pemerintah baik Kabupaten Pandeglang hingga provinsi Banten.

"Presiden RI dalam peresmian kemarin, dalam tiga tahun harus selesai (pembangunan jalan tol nya). Harus ada kerjasama antar pemerintah, swasta, dan masyarakat agar pertumbuhan ekonomi Banten di selatan dapat segera terwujud," tegasnya.

Untuk diketahui, Jokowi berjanji akan membangun jalan tol Serang-Panimbang atau Serang-Tanjung Lesung. Untuk membangun tol ini, estimasi dana yang dibutuhkan mencapai Rp 5 triliun.

Pembangunan jalan tol tersebut untuk mendukung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung. Pembangunan kawasan tersebut memang sempat mangkrak selama 24 tahun. Kawasan EKonomi Khusus Tanjung Lesung dicanangkan pada 1991 lalu.

Kini KEK Tanjung Lesung coba dibangun kembali dengan adanya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 26 tahun 2012 dan ditargetkan akan selesai pada tahun 2022 mendatang. KEK Tanjung Lesung sendiri dikelola oleh PT Jabebeka melalui anak usahanya PT Banten West Java‎ (BWJ).

KEK Tanjung Lesung memiliki luas lahan 1.500 hektare dan panjang pantai 13 km yang dianggap akan mampu memiliki efek domino positif bagi perekonomonian masyarakat sekitar termasuk mempercepat aliran investasi ke Banten. (Yandhi Deslatama/Gdn)