Tak Ada Beras Plastik, Pedagang Cipinang Ingin Omzet Kembali Naik

Oleh Ilyas Istianur Praditya pada 27 Mei 2015, 15:55 WIB
Diperbarui 27 Mei 2015, 15:55 WIB
Beras
Perbesar
Ilustrasi Beras (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Pedagang beras di Pasar Induk Cipinang, Jakarta Timur, berharap dengan diumumkannya bahwa tidak ada beras yang diduga mengandung plastik oleh Polri dan badan Pengawas Obat dan Makanan (NPOM) bisa membuat omzet mereka kembali meningkat. Sejak adanya isu beras yang diduga mengandung plastik, penjualan beras di Pasar Induk Cipinang memang lesu.

Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya (FSTJ) Dwi Antono, perusahaan yang mengelola Pasar Induk Cipinang, mengatakan, dengan adanya pembuktian oleh Polri yang difasilitasi BPOM dengan melakukan uji laboratorium terhadap beras yang diduga mengandung plastik, para pedagang beras di Cipinang berharap aktivitas jual beli bisa kembali menggairahkan.

"Sekarang Pak Kapolri datang dan meyakinkan kita semua bahwa beras plastik tidak ada," jelas Dwi di sela-sela acara sidak Kapolri Badrodin Haiti bersama dengan Menteri Perdagangan Rachmat Gobel di Pasar CIpinang, Jakarta, Rabu (27/5/2015).

Ia melanjutkan, isu adanya beras yang mengandung plastik memang memukul aktivitas jual beli di Pasar Cipinang. Dengan adanya pembuktian dari Polri dan BPOM tersebut, diharapkan omzet penjual beras di Cipinang kembali naik. "Kami berterimakasih kepada Pak Kapolri dan seluruh pihak yang membantu pembuktian ini," tambahnya.

Sebelumnya Kapolri Jenderal Badrodin Haiti memastikan, keberadaan beras yang diduga mengandung plastik tidak terbukti kebenarannya. Kepastian tersebut didapatkan setelah uji laboratorium terhadap sampel beras yang diduga mengandung plastik tersebut. "‎Kami simpulkan bahwa beras yang diduga plastik itu tidak ada," ujar Badrodin.

Kesimpulan tersebut didapat setelah pihak kepolisian, BPOM, dan Kementerian Perdagangan melakukan uji laboratorium terhadap beras sampel yang saat diuji laboratorium oleh PT Sucofindo terindikasi mengandung beras plastik.

"Kami periksa di laboratorium Forensik Mabes Polri, BPOM, dan Kementerian Perdagangan, hasilnya ‎negatif. Tidak ada unsur plastik dari hasil lab itu‎. Tapi kami belum yakin, kemungkinan salah pengambilan sampel. Saya dan Kemendag tanyakan proses pemeriksaan, minta sampel yang tersisa (kepada PT Sucofindo). Kami periksakan lagi dan hasilnya negatif," ucap dia.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, Badrodin meminta agar masyarakat tidak ‎resah dan tetap melaporkan kepada pihak berwajib bila menemukan sesuatu yang mencurigakan, khususnya bila ada temuan beras yang diduga mengandung plastik tersebut.

"Kesimpulan bahwa beras yang diduga plastik itu tdak ada. Karena itu saya imbau masyarakat agar tidak resah. Namun silakan kalau ada yang dicurigai, lapor ke petugas setempat untuk dimintai pengecekan. Ini perlu disampaikan rekan-rekan, semoga ini bisa beri penjelasan pada masyarakat, supaya lebih tenang," kata dia. 

Temuan beras itu bermula dari laporan warga di Bekasi, Jawa Barat, dan informasi melalui media sosial. Jajaran Polsek Bantargebang langsung menelusuri kasus itu dengan melakukan sidak ke Pasar Mutiara Gading, Mustikajaya, Kota Bekasi untuk mengmbil sampel beberapa karung beras untuk dijadikan bahan uji laboratorium.

Berdasarkan hasil uji laboratorium yang diumumkan PT Sucofindo, beras tersebut mengandung 3 bahan kimia berbahaya.

"Kami melakukan uji laboratorium dengan alat yang sensitif dan profesional. Beras ini dibedakan sampel 1 dan 2, secara fisik hampir sama. Hasilnya ada suspect, kandungan yang biasa digunakan untuk membuat bahan plastik," ujar Kepala Bagian Pengujian Laboratorium Sucofindo, Adisam ZN. (Yas/Gdn)