Ibas Tuding Menteri ESDM Mau Adu Domba Jokowi dan SBY

Oleh Taufiqurrohman pada 19 Mei 2015, 15:01 WIB
Diperbarui 19 Mei 2015, 15:01 WIB
Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas
Perbesar
Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR, Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas menilai pernyataan Menteri Energi dana Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said sedang berupaya mengadu domba Presiden Joko Widodo dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Sudirman Said sebelumnya menyebutkan pemberantasan mafia migas selalu berhenti di meja SBY. Lewat akun twitter-nya, SBY sudah membantah pernyataan Sudirman Said tersebut.‎ Ibas khawatir ada pihak yang membenturkan Presiden Jokowi dan Pak SBY dalam kasus ini.

"Janganlah Pak Menteri berusaha menjilat Presiden Jokowi dan mengadu domba dengan Pak SBY. Itu merupakan perbuatan kejam Pak Menteri,” kata Ibas melalui keterangan tertulisnya, Selasa (19/5/2015).

Anggota Komisi X DPR itu berujar, pernyataan Menteri ESDM sudah mengarah kepada fitnah dan pencemaran nama baik. Dia menyebut Sudirman Said sudah bersikap zalim.

"Jika ingin melakukan perbaikan lakukanlah perbaikan, tanpa harus menyalahkan pemerintahan sebelumnya. Janganlah bersikap seperti 'pahlawan kesiangan' yang seolah-olah sudah melakukan banyak apalagi menuding pemerintahan yang sebelumnya sudah jelas sangat konsisten memberantas mafia migas," ujar Ibas.

Putra bungsu SBY itu pun mendesak, pemerintah dan jajaran terkait perlu segera mengklarifikasi agar publik mendapatkan pemahaman yang jelas.

"Kita menuntut klarifikasi statement atas tuduhan tersebut dan sangat menyayangkan seorang pejabat publik yang menyatakan statement tanpa dasar fakta yang jelas serta mengarah pada fitnah dan pencemaran nama baik," harap Ibas.

Ibas menjelaskan, justru di era pemerintahan Presiden SBY lah yang mendorong upaya-upaya perbaikan kinerja BUMN. Juga upaya pemberantasan mafia seperti satgas anti mafia hukum, dan diikuti pembentukaan satgas anti mafia migas di era Presiden Jokowi.

"Saat menjabat, Pak SBY tidak pernah mengintervensi kinerja BUMN termasuk bisnis-bisnisnya. Beliau sangat taat aturan dan selalu pro-aktif dan responsif terhadap upaya-upaya pemberantasan mafia hukum, termasuk beliau sangat mendukung pembentukan dan kinerja satgas anti mafia migas," tandas Ibas. (Taufiq/Ndw)