Begini Strategi Ketahanan Energi Nasional Pertamina

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 15 Apr 2015, 09:00 WIB
Diperbarui 15 Apr 2015, 09:00 WIB
Ilustrasi Perusahaan Minyak dan Gas Pertamina (2)
Perbesar
Ilustrasi Perusahaan Minyak dan Gas Pertamina

Liputan6.com, Jakarta - PT Pertamina (Persero) akan menjalankan strategi ketahanan energi nasional, yaitu membangun terminal pengolahan gas alam cair (Liquid Natural Gas /LNG  Receiving Terminal) Bojonegara.

Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto mengatakan, terminal berkapasitas 500 MMSCFD atau  4 juta ton LNG, akan dimanfaatkan secara maksimal selama 20 tahun untuk regasifikasi LNG.

Dalam pembangunan proyek LNG  Receiving Terminal Bojonegara wilayah Banten Jawa Barat ini, Pertamina akan menggandeng PT Bumi Sarana Migas. Bentuk kerjasamanya telah tertuang dalam Pokok-Pokok Perjanjian (HoA) Utilisasi LNG Receiving Terminal Bojonegara.

"LNG Receiving Terminal Bojonegara segera dibangun. Ini merupakan upaya pengembangan infrastruktur sebagai bagian dari lima strategi prioritas Pertamina dalam rangka menjaga ketahanan energi nasional dan memperkuat bisnis gas Pertamina," kata Dwi, di Jakarta, Rabu (15/4/2015).

Dengan berjalannya proyek ini akan diikuti dengan pembangunan power plant sebagai kekuatan kita untuk membangun industri energi gas di wilayah Jawa Bagian Barat. Pre-feasibility study atas pembangunan landbase LNG Receiving Terminal Bojonegara telah selesai.

Dwi berharap pembangunan infrastruktur terminal tersebut bisa tepat waktu dalam jangka waktu tiga tahun sesuai dengan kesepakatan bersama yang ditargetkan selesai pada 2019 mendatang.

“Untuk pemanfaatan energi bahan bakar gas, maka infrastruktur menjadi persyaratan utama. Karena jika infrastruktur sudah terpasang maka akan tercipta demand," tutupnya. (Pew/Nrm)