Wajib Pajak Masih Takut Lapor SPT Pakai E-Filing

Oleh Fiki Ariyanti pada 23 Mar 2015, 12:03 WIB
Diperbarui 23 Mar 2015, 12:03 WIB
Wajib Pajak Masih Takut Lapor SPT Pakai E-Filing
Perbesar
Wajib pajak merasa lebih nyaman mengisi dan menyetor SPT Tahunan manual.

Liputan6.com, Jakarta - Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah menyediakan fasilitas pengisian Surat Pemberitahuan (SPT) Pajak Penghasilan (PPh) Wajib Pajak dalam bentuk elektronik atau disebut e-filing. Sayangnya, masih banyak Wajib Pajak enggan menggunakannya karena alasan belum paham.

Iin, salah seorang Karyawan di Rumah Sakit, Jakarta mengungkapkan lebih nyaman mengisi dan menyetor SPT Tahunan manual (formulir) ketimbang e-filing. Apalagi dia banyak menerima titipan SPT Tahunan hingga puluhan lembar.

"Dari kantor dikasihnya dalam bentuk manual, lagipula sosialisasi e-filing belum gencar dan kami belum tahu caranya," ucap dia kepada Liputan6.com saat akan menyetor SPT PPh Tahun 2014 di KPP Menteng Dua, Jakarta, Senin (23/3/2015).

Katanya, masih ada kekhawatiran menggunakan e-filing saat penyampaian SPT Tahunan dalam jumlah banyak. Permasalahan utama jika sewaktu-waktu internet mengalami error atau down sehingga data tidak terekam, hilang dan justru tidak masuk di database Ditjen Pajak.

"Kalau internet tiba-tiba gagal bagaimana, malah bikin masalah. Mending langsung saja datang ke KPP, manual, lebih aman nggak ada risiko, ketimbang elektronik walaupun harus antre. Ya setahun sekali ini, yang penting nggak lewat dari deadline," tutur Iin.

Hampir senada, Jul seorang karyawan atau teknisi yang bekerja pada perusahaan di Jalan Thamrin ini mengaku, belum paham dengan prosedur penggunaan e-filing, karena harus mempunyai e-fin terlebih dahulu.

"Belum paham dan belum mencobanya. Lebih baik datang ke sini saja, simpel dan dekat dari kantor. Sosialisasinya harus digencarkan lagi," ucap dia.

Jul menegaskan bahwa dirinya sangat sadar dengan kewajibannya sebagai Warga Negara Indonesia dan Wajib Pajak untuk menyampaikan SPT PPh setiap tahun. Namun dia berharap agar pemerintah dapat lebih transparan dalam penggunaan pajak dari warga.

"Jelas untuk apa saja. Kan saya bayar pajak, tapi kok jalanan masih berlubang, dan lainnya," keluhnya.

ā€ˇMenanggapi soal e-filing, diakui Hadyan Mukhlosin, Wajib Pajak yang ingin memperoleh e-fin untuk menggunakan e-filing dapat mengisi permohonan e-fin, dengan melampirkan fotokopi KTP dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

"Pembuatannya bisa di KPP mana saja kok. Nanti Wajib Pajak bisa mendapatkan e-fin selang satu hari berikutnya karena kan harus ditandatangani pejabat atau kepala seksi KPP. Jadi syaratnya mudah," tegas dia.(Fik/Nrm)