Tangguh dan Cepu Bisa Jadi Andalan di Sektor Migas

Oleh Siska Amelie F Deil pada 14 Mar 2015, 19:45 WIB
Diperbarui 14 Mar 2015, 19:45 WIB
Perbesar
Pembangunan kilang mini minyak blok Cepu di Desa Sumengko, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro, Jawa Timur. Kilang ini mampu mengolah minyak mentah blok Cepu, 6.000 barel per hari.(Antara)

Liputan6.com, Jakarta - Kebutuhan energi yang terus meningkat dari tahun ke tahun membuat pemerintah harus segera menemukan alternatif baru agar Indonesia tidak terjebak dalam krisis energi.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said menerangkan, dalam 15 tahun terakhir, Indonesia kekurangan pejuang energi dan terkesan lalai dalam bekerja keras memanfaatkan berbagai sumber energi yang ada.

Said mengatakan, penemuan cadangan minyak terbesar yang terakhir adalah Mahakam. Setelah itu, Sudirman mengakui banyak temuan lain tapi bertahun-tahun tidak menunjukkan kemajuan. Sebagian temuan terganjal proses birokrasi yang sangat lama.

"Barangkali Tangguh bisa menjadi solusi dan Cepu akan menjadi andalan dalam bulan-bulan ke depan," terangnya dalam sebuah diskusi di Jakarta, Sabtu (15/3/2015).

Dia juga mengatakan, secara penelitian sudah lama sekali Indonesia tidak melakukan eksplorasi secara sungguh-sungguh. Artinya, cadangan energi di Tanah Air akan terus berkurang seiring dengan kebutuhan yang kian meningkat

"Kalau tidak segera menemukan hal baru (di sektor energi), maka pada 2025, kita akan segera kehabisan cadangan energi," ujarnya.

Di bidang pengelolaan, Sudirman mengatakan, kilang terakhir juga dibangun sejak sangat lama pada era orde baru. Itu berarti, sejak 1996, Indonesia tidak pernah menambah kapasitas pengolahan minyak.

"Bahkan pipa saja itu belum ada tambahan, baru dilakukan pada 2006," tandasnya. (Sis/Nrm)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya