Ini Faktor yang Tekan Rupiah

Oleh Achmad Dwi Afriyadi pada 25 Feb 2015, 18:33 WIB
Diperbarui 25 Feb 2015, 18:33 WIB
Ilustrasi Rupiah
Perbesar
Ilustrasi Rupiah (Liputan6.com/Johan Fatzry)

Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus merosot. Bahkan rupiah nyaris sentuh level 13.000 per dolar AS.

Pengamat ekonomi dari Universitas Atma Jaya,  A Prasetyantoko mengatakan, ada dua faktor dominan baik eksternal maupun internal yang menekan rupiah terhadap dolar AS.

"Dari ekternal karena rencana The Fed menaikkan suku bunga," kata dia di Jakarta, Rabu (25/2/2015).

Lalu dari dalam negeri kondisi perekonomian RI memang belum benar-benar positif. Hal ini terlihat dari neraca transaksi berjalan yang masih tercatat defisit. "Kemudian persoalan politik yang tidak menunjukkan konsensus menyelesaikan urusan fundamental," papar Prasetyantoko.

Ditanya soal proyeksi rupiah, dia mengaku belum memastikan. Pria berkacamata itu berharap Rp 13.000 per dollar merupakan titik terendah rupiah.

"Agak sulit untuk memproyeksikan. Saya berharap Rp 13.000 titik terendah. Moga-moga balik ke Rp 12.500. Fundamental Rp 12.500," tandas dia.

Sebagai informasi, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) BI menunjukkan rupiah melemah 21 poin ke Rp 12.887 per dollar AS pada Rabu 25 Februari 2015. Sebelumnya, nilai tukar rupiah di level Rp 12.866 per dollar AS.

Prasetyantoko mengharapkan, Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga acuan/BI Rate sekitar 25 basis poin (25 bps) dari 7,75 persen menjadi 7,5 persen dapat memperbaiki ekonomi Indonesia.

"Imbal hasil memang akan berkurang. Saya berpikir penurunan itu membawa dampak positif ekonomi kita akan jadi positif. Seharusnya jangka menengah ada perubahan arah," ucap dia. (Amd/Ahm)

Tag Terkait

Live Streaming

Powered by