Jokowi Pastikan Pasokan Beras Aman

Oleh Ilyas Istianur Praditya pada 25 Feb 2015, 13:44 WIB
Diperbarui 25 Feb 2015, 13:44 WIB
Harga Beras Kian Melonjak
Perbesar
Pekerja saat mengemas beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, Selasa (24/2/2015). Harga beras sejak 9 Februari 2015 melonjak hingga 30 persen, hal ini disebabkan belum meratanya panen di daerah produsen. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta perum Bulog segera menyalurkan beras untuk rumah tangga miskin (raskin) sekitar 300 ribu ton. Langkah ini juga dilakukan untuk mencegah kelebihan pasokan saat panen raya.

"Raskin kami inginkan agar pekan ini semua bisa diselesaikan untuk Januari dan Februari. Raskin disalurkan sekitar 300 ribu ton per bulan. Kami ingin menjaga agar nantinya tidak ada over supply pada saat panen. Oleh sebab itu sekarang kami keluarkan," ujar Jokowi, Rabu (25/2/2015).

Ia menegaskan, saat ini posisi cadangan beras juga cukup aman di kisaran 1,4 juta ton. Angka cadangan beras itu dinilai cukup bila dibutuhkan untuk operasi pasar.

"Berapa pun dibutuhkan pasar akan kami berikan. Karena sebentar lagi ada panen, itu jadi pasokan baru," kata Jokowi.

Ia mengatakan, perum Bulog akan menyerahkan sekitar 2.000 ton per hari. Operasi pasar tersebut juga akan dilakukan di pasar Cipinang.  Jokowi mengharapkan, dengan operasi pasar maka harga beras kembali di posisi normal.

Sebelumnya Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel mengaku siap melakukan segala hal demi menurunkan harga beras yang saat ini di atas Rp 10 ribu per kilogram (kg).

Salah satunya dengan melakukan operasi pasar melalui Perum Bulog yang diharapkan harga beras segera turun. Tidak hanya melakukan operasi pasar, Mendag mengaku juga meminta Perum Bulog untuk mengaudit pola distribusi beras yang selama ini dilakukannya.

Audit yang diperintahkan tersebut mulai dari cara pengambilan keputusan hingga ke daerah operasi.‎ Untuk menciptakan transparansi, Mendag juga meminta Bulog kembali mengkaji ulang penunjukkan pedagang sehingga dapat diketahui ke mana beras disalurkan.

Tidak hanya itu, untuk menjaga hal-hal kecurangan yang mengakibatkan kenaikan harga beras, Mendag juga telah bekerja sama dengan Polri untuk menindak tegas para tengkulak. (Yas/Ahm)