Harapan Kesepakatan Utang Yunani Dorong Wall Street Sumringah

Oleh Agustina Melani pada 03 Feb 2015, 04:35 WIB
Diperbarui 03 Feb 2015, 04:35 WIB
Data Ekonomi Positif, Bursa Saham AS Sumringah
Perbesar
Rilis data penjualan ritel dan klaim pengangguran positif mendorong penguatan bursa saham Amerika Serikat.

Liputan6.com, New York - Bursa saham Amerika Serikat (AS) menguat tajam pada perdagangan awal Februari ini seiring harapan terhadap kesepakatan utang Yunani, ditambah harga minyak naik.

Pada penutupan perdagangan, Senin (Selasa pagi WIB), indeks saham Dow Jones naik 195,45 poin (1,14 persen) ke level 17.360,4. Indeks saham S&P 500 mendaki 25,87 poin atau 1,3 persen ke level 2.020,86. Diikuti indeks saham Nasdaq naik 41,45 poin atau 0,89 persen ke level 4.676,69.

Di awal perdagangan, indeks saham sempat mendatar seiring data ekonomi mengecewakan terutama belanja konsumen dan sektor manufaktur. Meski demikian, sektor saham energi cenderung menguat. Indeks sektor saham energi S&P 500 naik 1 persen.

Hal itu didorong dari saham Exxon naik 1 persen setelah melaporkan keuntungan turun tipis dari yang diharapkan. Hasil kinerja Exxon mengikuti sejumlah laporan kinerja perusahaan multinasional lainnya.

"Fundamental masih kelihatan baik, tetapi hasil kinerja keuangan di bawah harapan. Ini menciptakan kekhawatiran. Pelaku pasar biasa menggunakan pertumbuhan pendapatan baik dan data," ujar James Liu, Global Market Strategist JP Morgan, seperti dikutip dari laman Reuters, Selasa (3/2/2015).

Data ekonomi menunjukkan sektor manufaktur AS cenderung melambat dari yang diharapkan pada Januari ini. Selain itu, belanja konsumen AS mencatatkan penurunan terbesar sejak Desember 2009. Harga bahan bakar lebih murah belum diikuti dengan aktivitas tinggi. (Ahm/)

Live Streaming

Powered by