Ini Penyebab Sektor Tambang Sebagai Sumber Energi Belum Maksimal

Oleh Achmad Dwi Afriyadi pada 28 Jan 2015, 15:46 WIB
Diperbarui 28 Jan 2015, 15:46 WIB
Tambang emas
Perbesar
Ilustrasi tambang emas bawah tanah. (Antara/Puspa Perwitasari)

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan pemanfaatan tambang sebagai sumber daya energi masih belum maksimal.

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM, R Sukhyar mengatakan, hal itu lantaran selama ini masih terbentur oleh sektor kementerian yang lain. Di Kementerian Kehutanan misalnya, ekplorasi tambang terbentur karena adanya batas wilayah.

"Bagi teman-teman Kehutanan batas hutan vertikal ke bawah. Memotong ruang pertambangan. Ini keliru," kata dia Jakarta, Rabu (28/1/2015).

Tak sekadar itu, tidak berkembangnya pertambangan RI lantaran terbentur oleh Kementerian Keuangan. "Maka Menteri ESDM melakukan meeting dengan Keuangan, manakala menuangkan aspek fiksal di dalam amandemen kontrak mulailah masalah itu muncul," imbuhnya.

Padahal sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo, RI seharusnya berdaulat soal ketahanan energi. Dia juga menambahkan soal energi pemerintah juga tak boleh bergantung pada pihak lain.

Sukhyar mengatakan, Kementerian ESDM kini gencar untuk melakukan koordinasi dengan kementerian terkait. "Message dari Bapak Menteri koordinasi harus lancar, walaupun tidak mudah," tandasnya. (Amd/Ahm)