JK Mau Cekal Penunggak Pajak, Ini Respons Pengusaha

Oleh Fiki Ariyanti pada 08 Des 2014, 20:51 WIB
hari-terakhir-spt-kantor-pajak-130328b.j

Liputan6.com, Jakarta - Pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menganggap wajar ancaman Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla yang akan mencekal pengusaha ke luar negeri jika menunggak pajak."Kalau memang pengusahanya nakal ya wajar saja‎, nggak ada masalah," kata Ketua Umum Kadin Indonesia, Suryo Bambang Sulisto di acara Rapimnas, Hotel Pullman Central Park, Jakarta, Senin (8/12/2014‎).Diakui Suryo, prosentase Wajib Pajak dan pembayar pajak berbanding jauh. Hal ini disebabkan karena masih banyak pengusaha yang belum memenuhi kewajibannya menyetor pajak."Sebenarnya masih banyak ruang ekstensifikasi dan intensifikasi untuk menggenjot penerimaan pajak. Sebab prosentase pembayar pajak apakah itu dari perusahaan atau individu dengan jumlah penduduk itu masih minim," tegasnya.Menurut dia, kewajiban pengusaha adalah membayar pajak sebagai tulang punggung penerimaan negara. Asalkan kembali lagi digunakan untuk rakyat dengan membangun infrastruktur, menciptakan lapangan pekerjaan demi kesejahteraan bersama."Wajar (sanksi dicekal) karena itu kewajiban. Kewajiban pengusaha itu salah satunya membayar pajak," imbuh Suryo. (Fik/Gdn)