NTB Defisit Listrik 22 MW

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 08 Des 2014, 17:44 WIB
Diperbarui 08 Des 2014, 17:44 WIB
2016, Krisis Listrik Ancam Jawa-Bali
Perbesar
Seiring pertumbuhan ekonomi, wilayah Jawa-Bali paling tidak harus mendapat tambahan pasokan listrik sebesar 4.000–5.000 megawatt (MW) setiap tahun. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Lombok - Nusa Tenggara Barat mengalami kekurangan pasokan listrik sebesar 22 Mega Watt (MW) sehingga kerap terjadi pemadaman.

General Manager PLN Wilayah NTB, Dwi Kusnanto mengatakan, PLN wilayah NTB melistriki tiga area, dengan total kapasitas 238 Mega Watt (MW). Sementara saat beban puncak kebutuhan listrik mencapai 238 (MW). "Kami punya tiga area, Mataram, Sumbawa dan  Bima,"  kata Dwi di Kantor PLN NTB, Mataram Lombok, Senin (8/12/2014).

Dwi mengungkapkan, kondisi dari tiga sistem yang ada, daya mampu sistem kelistrikan Mataram hanya 180 MW. Sementara beban puncak yang pernah ada 187 MW artinya defisit listrik 7 MW.

Sumbawa kemampuan pasokan listrik hanya mencapai 29 MW, sementara beban puncak yang pernah  dicapai 35 MW artinya defisit 6 MW.  Lalu Bima, pasokan listriknya 29 MW mengalami defisit tertinggi mencapai 9 MW, saat beban puncak mencapai 38. "Jadi total 260 MW, defisit 22 MW," tegasnya.

Sebagian masyarakat tidak memahami kondisi tersebut sehingga kerap melakukan aksi unjuk rasa di kantor PLN Wilayah NTB. (Pew/Ahm)