Contoh Malaysia, Pengusaha Minta Insentif Iklan Produk Lokal

Oleh Septian Deny pada 31 Okt 2014, 11:54 WIB
Diperbarui 31 Okt 2014, 11:54 WIB
inacraft-rotan-130425c.jpg
Perbesar
Kerajinan rotan yang cukup popular rutin ambil bagian dalam even Inacraft 2013 (Liputan6.com/Fikri Ariyanti)

Liputan6.com, Jakarta- Kamar Dagang Industri (Kadin) Indonesia menggelar pertemuan dengan beberapa menteri bidang ekonomi pada Jumat (31/10/2014) pagi ini. Dalam pertemuan tersebut, dibahas tentang program-program menteri dalam kebinet yang baru dan masukan dari para pengusaha soal perekonomian.

Salah satu pengusaha yang memberikan masukan dalam diskusi ini yaitu Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Industri Berbasis Budaya Putri Kusumawardhani. Dia meminta pemerintahan saat ini untuk mendukung penuh industri berbasis budaya lokal seperti jamu dan kosmetik tradisional.

"Kami minta pandangan menteri untuk memajukan industri dalam negeri, menumbuhkan dan kembangkan investasi di dalam negeri. Juga untuk memperkuat investasi pengusaha dalam negeri," ujarnya di Kantor Kadin, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (31/10/2014).

Salah satu yang diminta yaitu insentif yang lebih besar bagi industri jenis ini agar mampu tumbuh pesar dan bersaing dengan produk-produk asal luar negeri mengingat Indonesia akan segera bersaing dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015).

"Kami minta pemerintah memberikan insentif bagi industri kami. Seperti yang dilakukan oleh pemerintah Malaysia yang memberikan insentif sebesar 30 persen untuk iklan bagi brand nasional sehingga bisa bersaing dalam memperkenalkan produknya," lanjutnya.

Menurutnya, cara ini sangat efektif di Malaysia. Terbukti, banyak produk-produk lokal di negara tersebut yang bisa menguasai pangsa pasar di dalam negeri.

"Dan nanti pada suatu saat, insentifnya bisa dilepas. Itu saat produk-produk dalam negeri tersebut sudah dikenal luas dan mampu tumbuh di pasar internasional," tandas dia. (Dny/Ndw)