Setumpuk PR Sektor Energi di Depan Mata Menteri ESDM

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 30 Okt 2014, 19:45 WIB
Diperbarui 30 Okt 2014, 19:45 WIB
Sudirman Said
Perbesar
(Foto:Liputan6.com/Pebrianto Wicaksono)

Liputan6.com, Jakarta - Mantan menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Kuntoro Mangkusubroto menyatakan, menteri ESDM baru Sudirman Said yang baru menjabat mendapat tugas berat.

Kuntoro mengatakan, memimpin Kementerian ESDM merupakan tugas berat. Pasalnya, banyak permasalah bangsa ini yang menyangkut instansi tersebut.

"Tugas di lembaga ini memang berat dan kita semua perlu membantu pak Dirman," kata Kuntoro, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (30/10/2014).

Kuntoro mengungkapkan, masalah tersebut adalah bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, yang saat ini besaran subsidinya sudah terlampau besar. Selain itu, krisis listrik yang menghantui Pulau Jawa, menambah catatan masalah yang harus dihadapi Sudirman Said.

"Langsung di depan mata kita masalah BBM. Lalu mengancam dalam waktu setahun kelistrikan di Pulau Jawa. Ini pokok yang mesti diselesaikan," tuturnya.

Selain itu, permasalahn lain menyangkut ketahanan energi Indonesia, seperti pembangunan pengolahan minyak ( kilang) dan jaringan pipa gas.

"Soal menengah, supaya masalah BBM hilang akar persoalannya bicara mengenai pengkilangan, pemipaan gas, yang seperti itu yang perlu diselesaikan," pungkasnya. (Pew/Ahm)