Blok Cepu Andalan Jokowi Penuhi Target Produksi Minyak

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 10 Okt 2014, 09:37 WIB
Diperbarui 10 Okt 2014, 09:37 WIB
Ilustrasi Tambang Minyak 2 (Liputan6.com/M.Iqbal)
Perbesar
Ilustrasi Tambang Minyak 2 (Liputan6.com/M.Iqbal)

Liputan6.com, Jakarta - Produksi minyak Blok Cepu dalam pekan ini mengalami peningkatan dari 30 ribu barel per hari (bph) menjadi 40 ribu bph. Sementara puncak produksi sebesar 165 ribu bph ditargetkan dapat tercapai pada kuartal III tahun 2015.

Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Ad Interim Chairul Tanjung mengatakan, dengan dicapainya puncak produksi 165 ribu bph, maka ada tambahan lifting minyak di era pemerintahan di bawah Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) sehingga bisa menggenapi lifting yang ditetapkan DPR sebesar 900 ribu bph.

Selain itu, peningkatan produksi Blok Cepu dapat meningkatkan ketahanan energi nasional. Pasalnya, saat ini terjadi defisit pasokan BBM sebesar 500 ribu bph karena konsumsi BBM dalam negeri mencapai 1,3 juta barel per hari, sementara produksi minyak hanya sekitar 800 ribu bph.

"Gap yang ada itulah yang menyebabkan kita terpaksa harus mengimpor (BBM) dalam jumlah yang sangat besar," kata Chairul dilansir dalam situs resmi Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (10/10/2014).

Sesuai rencana pengembangan lapangan (Plan of Development/PoD), investasi di Proyek Banyu Urip mencapai lebih dari US$ 2,5 miliar, dengan rincian untuk pembangunan fasilitas produksi sebesar US$ 2,2 miliar dan pengeboran sumur sebanyak US$ 337 juta.

Pembangunan fasilitas dibagi ke dalam lima kontrak EPC (engineering, procurement, and construction/rekayasa, pengadaan, dan konstruksi), yakni fasilitas produksi utama (Central Production Facility/CPF), pipa darat (onshore) 72 km, pipa laut (offshore) dan menara tambat (mooring tower), Floating Storage Off-loading (FSO) serta fasilitas infrastruktur.

Kontrak kerja sama Blok Cepu ditandatangani pada 17 September 2005 dengan Mobil Cepu Limited (MCL) sebagai operator. MCL, anak perusahaan dari Exxon Mobil Corporation, memegang 45 persen saham partisipasi, bersama PT Pertamina EP Cepu yang memegang 45 persen saham dan Badan Kerja Sama PI Blok Cepu (BKS) dengan 10 persen saham. Cadangan minyak di Lapangan Banyu Urip diperkirakan sebesar 450 juta barel.(Pew/Ndw)

Tag Terkait

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya