Demi Duit, RI Asyik Jualan Energi ke Luar Negeri

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 09 Okt 2014, 12:14 WIB
Diperbarui 09 Okt 2014, 12:14 WIB
Harga Minyak Naik Dipicu Aksi Beli Pelaku Pasar
Perbesar
Harga minyak menguat didorong aksi pelaku pasar setelah harga minyak melemah tajam pada pekan lalu.

Liputan6.com, Jakarta - Saat ini negara lain sedang berlomba-lomba mengimpor sumber energi untuk menjaga ketahanan energi. Berbeda, Indonesia masih justru masih terus-menerus mengekspor energi hanya demi mengejar pendapatan negara.

Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Tumiran mengatakan, Indonesia terus-menrus melakukan ekspor energi meskipun saat ini sumber energi yang didapat dari perut bumi tersebut sudah menciut jumlahnya.

"Cadangan gas Indonesia sekarang hanya 2,6 persen dari cadangan di seluruh dunia tapi Indonesi masih menjaid eksportir terbesar ke delapan di dunia. Untuk batu bara Indonesia jadi eksportir terbesar di dunia," katanya dalam sebuah seminar, di Jakarta, Kamis (9/10/2014).

Tumiran melanjutkan, apa yang dilakukan oleh pemerintah terkait kebijakan energi tersebut patut disayangkan. Pasalnya, saat negara lain menjadi importir energi untuk ketahanan energi, Indonesia justru melakukan ekspor hanya demi pemasukan negara.

"Di Asia, Indonesia negara pengekspor. Lihat negara lain tidak ada ekspor energi, China, Jepang mereka impor energi," tuturnya.

Jepang telah menimbun gas alam cair atau Liquid Natural Gas (LNG) yang berasal dari Indonesia di dalam sebuah bukit, hal tersebut bertujuan agar ketahanan energi Jepang tetap terjaga meski negara tersebut sebenarnya tidak memiliki sumber energi gas.

"Artinya dia punya energy security, artinya dalam satu tahun tidak dapat pasokan energi dia bisa bertahan," tutupnya. (Pew/Gdn)

Tag Terkait

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya