Rampung 2016, Kertajati Cuma Jadi Bandara Domestik

Oleh Fiki Ariyanti pada 12 Sep 2014, 17:40 WIB
Diperbarui 12 Sep 2014, 17:40 WIB
bandara
Perbesar
(Liputan6.com/Fathi Mahmud)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyatakan pembangunan terminal dan satu landasan pacu pesawat (runway) bandara Kertajati, Jawa Barat (Jabar) akan selesai pada 2016. Target ini dapat dikebut karena pemerintah daerah (pemda) Jabar telah mengalokasikan dana sekira Rp 250 miliar.

Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Bappenas, Dedy S Priatna mengatakan, pemerintah pusat sejak lama sudah menyetujui pembangunan terminal dan runway bandara Kertajati sepanjang 2.500 meter persegi dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Lalu disusul runway kedua 4.000 meter persegi.

"Tapi sudah dialokasikan dari 2012, 2013 dan diperkirakan bisa selesai 2014 atau 2015 ini, ternyata terminal nggak kunjung dibangun pemda. Lalu dialokasikan lagi Rp 25 miliar, dan dananya nggak cukup," jelasnya kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Jumat (12/9/2014).

Lebih jauh dia mengatakan, Gubernur Jabar Ahmad Heriawan belum lama ini siap menggelontorkan dana APBD sebesar Rp 250 miliar untuk mengejar proyek pembangunan terminal dan landasan pacu bandara Kertajati.

"Karena sudah ada anggarannya, maka terminal dan runway sepanjang 2.500 meter persegi bisa rampung pengerjaannya di 2016," tambahnya.

Dirinya mengaku, pemda hanya sanggup membangun runway sepanjang 2.500 meter persegi lebih dulu sebelum menuju tahapan berikutnya menggarap runway kedua sepanjang 4.000 meter persegi.

"Soalnya masih ada tanah yang belum bebas, sungai yang harus dipindahkan, jalan desa yang masih melintas. Tapi runway 2.500 meter di bandara Kertajati hanya bisa dipakai untuk pesawat kecil atau rute domestik dulu lah, belum internasional," imbuh Dedy. (Fik/Ahm)

 

*Bagi Anda yang ingin mengikuti simulasi tes CPNS dengan sistem CAT online, Anda bisa mengaksesnya di Liputan6.com melalui simulasicat.liputan6.com. Selamat mencoba!

Video Pilihan Hari Ini

BERANI BERUBAH: Ketika Bisnis dan Beramal Bersatu