Harga Tempe Melonjak Usai Lebaran

Oleh Septian Deny pada 05 Agu 2014, 19:22 WIB
Diperbarui 05 Agu 2014, 19:22 WIB
Tahu Tempe di Palu
Perbesar
(Foto: M Taufan SP Bustan/Liputan6.com)

Liputan6.com,Jakarta - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengklaim harga beberapa kebutuhan pokok dan sayuran mengalami penurunan pasca perayaan Idul Fitri 2014.

"Beberapa harga yang kita amati pada minggu ini, dari Jumat lalu harganya turun. Bahkan ada beberapa yang harus diantisipasi supaya turun tidak jauh supaya tidak merugikan petani," ujar Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, Selasa (5/8/2014).

Meski demikian, lanjut dia, ada beberapa komositas yang mengalami kenaikan seperti harga tempe. Kenaikan ini sebabkan belum mulai beroperasinya pabrik pembuat tempe di wilayah Jabodetabek sehingga pasokan tempe ke pasaran terbatas.

"Karena industrinya di Jabodetabek masih pada mudik sehingga tidak berproduksi. Jadi ada kebutuhan tetapi tidak ada suplainya," lanjut dia.

Selain karena belum kembali secara penuh produksi dari industri penghasil pangan, belum normalnya arus pengiriman barang ke berbagai wilayah juga menjadi penyebab meningkatnya harga pasca Lebaran ini. Meski demikian, Bayu berharap dalam minggu semuanya akan kembali normal.

"Selain industri dan para pedagang mudik, transportnya juga kemarin kan dihentikan karena ada larangan melintas, petani juga belum beraktivitas. Tapi mudah-mudahan pasokan akan normal pada minggu ini," tandas dia. (Dny/Nrm)

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Live Streaming

Powered by

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya