Ungkapan Indonesia Kaya Minyak Sangat Menyesatkan

Oleh Siska Amelie F Deil pada 06 Jul 2014, 14:24 WIB
Diperbarui 06 Jul 2014, 14:24 WIB
Ilustrasi Tambang Minyak 5 (Liputan6.com/M.Iqbal)
Perbesar
Ilustrasi Tambang Minyak 5 (Liputan6.com/M.Iqbal)

Liputan6.com, Jakarta - Sejak dulu terdapat kesalahan paradigma dalam hal energi di Indonesia. Banyak teks menyebutkan bahwa Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber minyak. Namun ternyata, hal tersebut tidak tepat.

Mantan Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas), Kardaya Warnika menjelaskan, ada yang keliru dari paradigma masyarakat mengenai ketersediaan energi di dalam negeri. Menurutnya, terdapat beberapa wacana buku Sekolah Dasar (SD) yang menyatakan Indonesia sebagai negara yang kaya minyak.

"Teks paling menyesatkan di buku pelajaran anak SD, entah sekarang masih ada atau tidak, menyatakan bahwa Indonesia itu kaya minyak," ujar Kardaya yang juga merupakan tim pemenangan Prabowo-Hatta pada acara Live Streaming Debat Capres di Kantor Liputan6.com, SCTV Tower Jakarta, Sabtu malam (5/7/2014).

Dia menjelaskan, Indonesia bukan negara yang kaya minyak maupun energi. Tetapi lebih tepatnya, Indonesia merupakan negara yang kaya akan keragaman di bidang energi.

"Indonesia ini kaya ragam energi. Kita punya semua, angin, air, minyak, batu bara, mineral, logam. Jarang sekali suatu negara memiliki keragaman energi seperti di Indonesia," terangnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, kesalahan teks seperti itu dapat menjadi pendidikan yang kurang baik dan jelas keliru bagi generasi penerus bangsa. Beberapa ahli telah meminta pemerintah untuk menghapuskan teks yang menyatakan Indonesia  sebagai negara kaya minyak di buku pelajaran SD.

Menurutnya, bukti kekeliruan tersebut dapat dilihat dari rendahnya jumlah cadangan minyak di dalam negeri. "Karena Indonesia cuma memiliki cadangan minyak 0,2 persen dari cadangan dunia, " terangnya.

Meski demikian, dia menjelaskan yang paling penting merupakan bagaimana pemerintah mengelola keanekaragaman energi tersebut. Kardaya menegaskan, menjaga pasokan energi yang beranekaragam guna memenuhi kebutuhan rakyat Indonesia merupakan yang terpenting. (Sis/Gdn)