Jangan Bicara Produksi Kalau Cadangan Minyak Turun

Oleh Siska Amelie F Deil pada 06 Jul 2014, 12:54 WIB
Diperbarui 06 Jul 2014, 12:54 WIB
Ilustrasi Tambang Minyak 2 (Liputan6.com/M.Iqbal)
Perbesar
Ilustrasi Tambang Minyak 2 (Liputan6.com/M.Iqbal)

Liputan6.com, Jakarta - Peningkatan produksi minyak yang selama ini dilakukan oleh pemerintah dianggap tak bisa menjaga stabilitas energi dalam negeri. Peningkatan produksi tersebut harus dibarengi dengan peningkatan cadangan agar stabilitas energi bisa tercapai.

Mantan Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas), Kardaya Warnika menilai, peningkatan produksi minyak bukan merupakan prioritas utama di Indonesia. Pasalnya, saat ini cadangan minyak Indonesia sedang mengalami penurunan.

"Kalau cadangan minyak sedang turun, jangan sekali-kali membahas peningkatan produksi," ujar Kardaya yang juga merupakan tim pemenangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) Prabowo Subianto-Hatta Rajasa pada acara Live Streaming Debat Capres dan Cawapres di Kantor Liputan6.com, SCTV Tower Jakarta, Sabtu malam (5/7/2014).

Dia menjelaskan, fokus utama pemerintah seharusnya menambah cadangan minyak untuk menjaga stabilitas energi di dalam negeri. Produksi yang meningkat diikuti dengan penurunan cadangan minyak merupakan indikasi adanya pemborosan pasokan.

"Itu sangat bahaya. Kalau seperti di Amerika Serikat (AS), konsepnya produksi dinaikkan melalui peningkatan cadangan. Didorong sedemikian rupa dengan menggulirkan insentif yang menggairahkan," ujarnya.

Lebih jauh, dia menjelaskan pentingnya menjaga ketahanan pangan dan energi sebagai dua faktor utama penopang negeri. Menurutnya, ketahanan tersebut harus ditopang oleh kemandirian pangan dan energi.

"Jangan sampai kalau harga minyak naik, ekonomi kita malah goncang," tuturnya.

Kardaya menjelaskan, terdapat tiga prinsip penting dalam pengolahan energi di dalam negeri yaitu, ketersediaan, keterjangkauan, dan daya beli masyarakat.

"Pertama harus disediakan dulu barangnya, lalu ditingkatkan infrastruktur untuk distribusinya ke masyarakat, terakhir memastikan stabilitas harga bagi masyarakat," jelasnya. (Sis/Gdn)