Jurus Pertamina Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Oleh Agustina Melani pada 17 Jun 2014, 18:21 WIB
Diperbarui 17 Jun 2014, 18:21 WIB
Ilustrasi Pertamina 1 (Liputan6.com/M.Iqbal)
Perbesar
Ilustrasi Pertamina 1 (Liputan6.com/M.Iqbal)

Liputan6.com, Jakarta - PT Pertamina (Persero) berupaya menambah kapasitas kilang sebagai upaya memperkuat ketahanan energi Indonesia. Selain itu, Pertamina juga membangun storage berkapasitas 1,8 juta-2 juta kilo liter.

Direktur PT Pertamina (Persero) Hanung Budya menuturkan, pembangunan kilang minyak memang telah jadi pembicaraan. Namun pembangunan kilang ini membutuhkan investasi besar.

Dengan melihat kondisi itu, pihaknya akan mengoptimalkan cara untuk memperkuat ketahanan energi bisa lewat penambahan infrastruktur dan modernisasi kilang sehingga menambah kapasitasnya.

Pertamina juga berniat membangun storage berkapasitas 1,8 juta-2 juta kilo liter. Pembangunan storage dan kilang ini sangat penting mengingat fasilitas kapasitas penyimpanan BBM Pertamina terbatas. Fasilitas penyimpanan BBM sekitar 5 juta kilo liter, tetapi efektif hanya 4 juta kilo liter.

"Kemampuan storage 18-20 hari kalau tidak bangun infrastruktur. Pembangunan storage dalam lima tahun, kapasitasnya 1,8 juta kilo liter," ujar Hanung," di acara On Train Workshop Media Pertamina, Selasa (17/6/2014).

Pembangunan storage ini masuk dalam rencana jangka panjang Pertamina. Pembangunan infrastruktur terutama energi menjadi sangat penting karena berkaitan dengan kedaulatan bangsa.

Saat ini, tingkat konsumsi BBM di Indonesia meningkat. Diperkirakan konsumsi bertambah 8%-12% dalam beberapa tahun terakhir.

"Kalau infastruktur tidak jalan maka stok bbm Pertamina (nasional) akan tersisa 10 hari. Apa yang terjadi pada negara ini kalau 10 hari itu chaos. Kalau habis apakah NKRI berdiri tegak?," kata Hanung. (Ahm/Nrm)