Ketahanan Energi RI Masih Kalah dari Bangladesh

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 16 Jun 2014, 18:23 WIB
Diperbarui 16 Jun 2014, 18:23 WIB
Ilustrasi Pertamina 1 (Liputan6.com/M.Iqbal)
Perbesar
Ilustrasi Pertamina 1 (Liputan6.com/M.Iqbal)

Liputan6.com, Jakarta - Ketahanan energi Indonesia dinilai masih kalah dibandingkan Jepang. Sebab itu negara ini diharapkan memiliki ketahanan energi dengan tambahan jangka waktu untuk stok 20 hari.

"Jepang memiliki ketahanan energi selama 150 hari. Kita saja kalah dari Bangladesh dan Vietnam," Vice President Distribution Fuel and Marketing PT Pertamina, Suhartoko, Senin(16/6/2014).

Menurut Suhartoko, Indonesia hanya lebih baik dari Filipina untuk penyediaan stok BBM. Sebab itu penambahan stok dinilai akan baik bagi Indonesia.

Di sisi lain, Pertamina yang mendapatkan tugas untuk menyalurkan BBM masih menanggung rugi. Hal itu lantaran pemerintah membayar dengan berhutang dulu.

"Subsidi tahun lalu 1 bulan Rp 17 triliun. Artinya 4 bulan Pertamina harus menanggung dulu. Jadi Pertamina itu berikan kredit besar sepanjang sejarah ke pemerintah tanpa ada bunganya," tutur Suhartoko.

Tak hanya itu saja, Pertamina juga masih mengalami rugi mencapai Rp 331 miliar pada 2013. Akan tetapi, jumlah itu menurun dibandingkan rugi tahun 2011 sekitar Rp 970 miliar dan Rp 842 miliar pada 2012.

Rugi itu lantaran nilai tukar rupiah melemah per dolar Amerika Serikat (AS). Berdasarkan asumsi sebelumnya nilai tukar Rp 10.500 per dolar AS,akan tetapi nilai tukar rupiah melemah menjadi Rp 11.500.(Pew/Nrm)

Tag Terkait