Produksi Minyak Meleset, SKK Migas Salahkan Blok Cepu

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 13 Mei 2014, 18:19 WIB
Diperbarui 13 Mei 2014, 18:19 WIB
Perbesar
Pembangunan kilang mini minyak blok Cepu di Desa Sumengko, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro, Jawa Timur. Kilang ini mampu mengolah minyak mentah blok Cepu, 6.000 barel per hari.(Antara)

Liputan6.com, Jakarta - Mundurnya puncak produksi Sumur migas Banyu Urip, Cepu yang dikelola oleh Mobil Cepu Limited (MCL) membuat produksi minyak Indonesia tidak mencapai target yang ditetapkan pemerintah pada tahun ini sebesar 870 ribu barel per hari (bph)

Dengan melihat kondisi produksi yang ada, Sekretaris Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas bumi (SKK Migas) Gde Pradyana pesimistis target tersebut bisa dicapai.  "Target 870 ribu bph itu sulit dicapai," kata Gde dalam seminar Kahmi, di Jakarta, Selasa (13/5/2014).

Menurut Gde, tidak tercapainya target tersebut diakibatkan oleh produksi sumur minyak di blok Cepu yang molor. Semula blok tersebut ditargetkan dapat mulai produksi pada bulan ini. Namun karena ada kendala, produksi minyak di blok yang dikelola Exxon Mobil itu molor.

"Karena Cepu belum produksi di bulan Mei," ungkap Gde.

Gde memperkirakan  proyek itu mulai beroperasi pada November dengan tingkat produksi awal 20 ribu-30 ribu bph, sedangkan puncak produksi mencapi 160 ribu bph diperkirakan terjadi awal  2015.

 "Dari Cepu belum bisa kita nikmati, peak-nya awal tahun depan," tuturnya.

Dengan mundurnya puncak produksi Blok Cepu, maka Gde meperkirakan total produksi minya 2014 hanya mencapai 820 ribu bph, namun angka tersebut belum resmi disampaikan ke pemerintah dan DPR.

"Secara resmi angka belum disampaikan, berapa angka yang anu sudah kita menyampaikan kemungkinan kita perkirakan 820 ribu bph," pungkasnya. (Pew/Ndw)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya