Dua BUMN Farmasi Bersatu Belum Mampu Raup Pangsa Pasar 10%

Oleh Fiki Ariyanti pada 26 Mar 2014, 19:35 WIB
Diperbarui 26 Mar 2014, 19:35 WIB
Obat
Perbesar

Liputan6.com, Jakarta - Kabar PT Kimia Farma Tbk (KAEF) yang ingin mengakuisisi PT Indofarma Tbk (INAF) telah muncul ke permukaan sejak 2006. Namun hingga kini, aksi korporasi tersebut belum juga terealisasi karena proses konsolidasi yang berbelit-belit.

Sekretaris Perusahaan PT Kimia Farma Tbk, Djoko Rusdiyanto usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan, mengatakan, proses akuisisi atau merger ini menjadi lama karena perlu konsolidasi dengan pemegang saham, yakni pemerintah mengingat dua perusahaan farmasi ini merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Kami perlu konsolidasi kepada pemegang saham di Kementerian BUMN. Tapi saat ini, sedang dalam proses kajian dari Mandiri Sekuritas untuk menentukan opsi apakah akuisisi atau merger atau apapun kami terima," ungkap dia, Rabu (26/3/2014).

Kajian ini, tambah Djoko sudah diputuskan pada awal Maret 2014. Sehingga pihaknya berharap Mandiri Sekuritas dapat menyelesaikan kajian opsi itu pada awal April ini.

"Kami beri waktu satu bulan, jadi mudah-mudahan awal April sudah selesai. Setelah kajian, nanti hasilnya akan diserahkan ke pemegang saham untuk dirapatkan kembali, jadi bisa langsung diputuskan," terangnya.

Kajian tersebut, lanjut dia, akan menentukan pola dasar apakah akuisisi atau merger. Apabila disepakati pengambilalihan Indofarma, artinya kajian juga harus mencantumkan jumlah saham yang bakal dibeli.

"Diharapkan bisa terlaksana tahun ini, karena ini pola sudah sejak 2006. Bosan tidak  jadi-jadi mulu. Tapi periode sekarang ini sudah menunjukkan arah atau progress," tutur Djoko.

Meski ancang-ancang mewujudkan agenda besar KAEF dan INAF, dia menilai peleburan dua BUMN farmasi ini tak akan terlalu berpengaruh terhadap peningkatan pangsa pasar. "Walaupun digabung dan di total pun belum mampu menguasai 10% pangsa pasar. Paling sekitar 7%," kata Djoko.

Namun demikian, Djoko mengaku, perseroan akan merampungkan rencana ini dengan anggaran yang telah disiapkan. "Yakni berasal dari total belanja modal (capex) tahun ini sebesar Rp 939,52 miliar dan kas internal Rp 394 miliar," pungkasnya.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya