Sukses di Asian Games, Indonesia Bidik Juara Umum SEA Games Manila

Oleh Cakrayuri Nuralam pada 02 Sep 2018, 21:00 WIB
Diperbarui 02 Sep 2018, 21:00 WIB
Asian Games 2018
Perbesar
Chef de Mission Syafruddin (Cakrayuri Nuralam)

Liputan6.com, Jakarta Kontingen Indonesia sukses besar di Asian Games 2018. Indonesia berada di posisi empat besar dengan raihan 31 emas, 24 perak dan 43 perunggu.

Raihan ini tentunya sudah melampaui target Asian Games yang ditetapkan pemerintah. Indonesia sebelumnya ditargetkan finish di posisi 10 besar dengan raihan 16 medali emas Asian Games.

Sukses ini diharapkan CdM Asian Games, Syafruddin berlanjut. Dia ingin Indonesia menjadi juara umum SEA Games 2019 di Manila, Filipina.

"Pimpinan cabang olahraga diharapkan menyiapkan betul untuk SEA Games. Kita sudah memberikan prestasi terbaik, finish di empat besar Asian Games," katanya di Tennis Indoor, Minggu (2/9/2018).

 

* Saksikan keseruan Upacara Penutupan Asian Games 2018 dan kejutan menarik Closing Ceremony Asian Games 2018 dengan memantau Jadwal Penutupan Asian Games 2018 serta artikel menarik lainnya di sini.

2 dari 3 halaman

Persiapan

Aksi Kontingen Berbagai Negara di Pembukaan Asian Games 2018
Perbesar
Kontingen Indonesia melintas saat pembukaan Asian Games 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu (18/8). Asian Games 2018 diikuti 45 negara. (Merdeka.com/Imam Buhori)

Mantan Wakapolri itu meminta, pemerintah untuk melakukan persiapan lebih dini untuk menjadi juara SEA Games 2019. Menurutnya, peluang menjadi juara umum SEA Games Filipina terbuka lebar.

"Jangan sampai di SEA Games Manila tidak juara umum. Keinginan saya SEA Games Manila jadi juara umum karena negara di Asia Tenggara tidak ada yang 10 besar di Asian Games. Langsung siapkan tranning camp, jangan kasih kendor," ujar Syafruddin.

3 dari 3 halaman

Sumbang Saran

Yang hanya bisa dilakukan Syafruddin untuk SEA Games 2019 hanya menyumbang saran untuk posisi CdM. Pasalnya, dia belum tentu menjabat sebagai CdM SEA Games tahun depan.

"Usulan saya banyak. Saya usulkan dia pernah jadi atlet, manajemen, pelatih, supaya bisa paham perasaan semuanya. Saya pernah menjadi semuanya itu, makanya saya tahu betul perasaan para atlet," ucapnya.

Lanjutkan Membaca ↓