Ganda Putra Indonesia Dominan di Asian Games, Apa Kata Kevin Sanjaya?

Oleh Cakrayuri Nuralam pada 31 Agu 2018, 18:15 WIB
Diperbarui 02 Sep 2018, 18:13 WIB
Aksi Dua Ganda Putra Indonesia di Final Perseorangan Asian Games 2018

Liputan6.com, Jakarta - Marcus Gideon/Kevin Sanjaya meraih medali emas Asian Games 2018. Ini kali ketiga ganda putra Indonesia mendulang medali emas Asian Games.

Sebelumnya, pasangan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan meraihnya di Asian Games 2014 di Incheon. Sedangkan pada Asian Games 2010, ganda putra Indonesia, Markis Kido, Hendra Setiawan berjaya di Guangzhou.

Puncaknya terjadi di Asian Games 2018. Dua ganda putra Indonesia tampil di babak final. Marcus Gideon/Kevin Sanjaya berhasil meraih medali emas setelah mengalahkan pasangan Fajar Alfian/Muhammad Rian.

Kevin Sanjaya pun mengomentari dominasi ganda putra di Asian Games. Namun dia tak mengatakan kalau ganda putra Indonesia harus berjuang keras demi meraih kesuksesan.

"Kami di ganda putra punya persaingan yang sangat ketat di saat latihan, jadi yang pemain di bawah-bawahnya cepat terangkat juga," kata Kevin, dikutip dari Badminton Indonesia.

"Menurut saya pemain ganda putra Indonesia itu punya pola permainan yang spesial dan kami bisa mengubah-ubah pola itu saat bermain (di Asian Games)," ujarnya menambahkan.

* Update Terkini Asian Games 2018 Mulai dari Jadwal Pertandingan, Perolehan Medali hingga Informasi Terbaru dari Arena Pesta Olahraga Terbesar Asia di Sini

2 of 3

Saingan Berat

Kevin Sanjaya Sukamuljo / Marcus Fernaldi Gideon - Asian Games 2018
Pasangan Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo / Marcus Fernaldi Gideon. (Humas PP PBSI)

Kevin Sanjaya juga menyebut Fajar Alfian/Muhammad Rian sebagai salah satu lawan yang merepotkan. Bahkan, Fajar/Rian sudah bisa menyainginya.

"Menurut saya, ganda putra rangking 1-20 itu semua memang saingan berat. Jadi salah satunya ya Fajar/Rian juga, mereka kan sudah di Top 10. Tidak ada lawan yang bisa dibilang mudah dihadapi," ucap Kevin.

"Di Malaysia Open kami kalah dari pasangan Tiongkok yang rangkingnya sekitar 20-an. Di Kejuaraan Dunia 2018 juga kami hampir kalah dari pasangan Tiongkok lainnya yang ada di ranking 20-an. Sekarang persaingan sudah merata banget."

 

3 of 3

Mental Baja

Marcus Gideon/Kevin Sanjaya selalu dihormati lawannya. Mereka memiliki mental baja yang jarang dimiliki pemain lain.

"Kami selalu mencoba terus selama masih ada kesempatan. Jangan pernah menyerah sebelum lawan sudah menyelesaikan game, karena tidak ada yang tidak mungkin," ucap Kevin.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓