Asian Games 2018: Fitriani Kalah, Indonesia Masih Memimpin 2-1 atas Korea

Oleh Bogi Triyadi pada 20 Agu 2018, 12:52 WIB
Diperbarui 20 Agu 2018, 12:52 WIB
Tunggal putri Indonesia, Fitriani
Perbesar
Tunggal putri Indonesia Fitriani harus mengakui keunggulan Lee Seyeon dari Korea pada partai ketiga cabang olahraga badminton beregu Asian Games 2018 di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin (20/8/2018). (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Jakarta - Langkah tim putri Indonesia melaju ke semifinal cabang olahraga badminton beregu Asian Games 2018 harus tertunda. Sebab, Ftiriani yang turun di partai ketiga harus mengakui keunggulan tunggal putri Korea, Lee Seyeon.

Dengan kekalahan ini, Indonesia untuk sementara masih memimpin 2-1 atas Korea di perempat final Asian Games 2018. Tim Merah Putih hanya butuh satu kemenangan lagi untuk meraih tiket semifinal.

Pada partai keempat, Indonesia menurunkan pasangan Della Destiara Haris / Rizki Amelia Pradipta. Ganda putri peringkat 10 dunia itu akan menghadapi Baek Ha Na / Kim Hye Rin.

Jika Della / Rizki bisa memenangkan pertandingan ini, maka tim putri Indonesia lolos ke semifinal Asian Games. Kemungkinan Indonesia akan bertemu Jepang atau India di semifinal.

 

* Update Terkini Asian Games 2018 Mulai dari Jadwal Pertandingan, Perolehan Medali hingga Informasi Terbaru dari Arena Pesta Olahraga Terbesar Asia di Sini.

2 dari 3 halaman

Game Pertama

Menghadapi Lee Seyeon pada partai ketiga, Fitriani tampak tidak bisa berbuat banyak di game pertama. Kondisi lapangan yang kalah angin membuat Fitriani sulit mengembangkan permainan reli-reli panjang.

Sementara itu, Lee dengan leluasa mendikte permainan Fitriani. Ia pun menang mudah dengan skor 21-14.

Memasuki game kedua, situasi berbalik. Giliran Lee yang tampak kesulitan menghadapi kondisi lapangan yang kalah angin. Ia pun sulit meladeni permainan reli yang dikembangkan Fitriani.

Game kedua dimenangkan Fitriani dengan skor telak 21-8.

3 dari 3 halaman

Game Penentuan

Situasi di game pertama kembali dialami Fitriani pada game penentuan. Dia kembali kesulitan menghadapi permainan Lee dan harus tertinggal 1-5 hingga 5-11.

Setelah berpindah lapangan, Fitriani kembali menemukan bentuk permainannya. Dia sempat memperkecil skor menjadi 11-14.

Tetapi, pengamatan kurang sempurna terhadap bola di poin-poin kritis membuat Fitriani harus mengakui keunggulan Lee. Dia pun menyerah dengan skor 18-21.

Lanjutkan Membaca ↓