Museum Nasional Pajang Koleksi Asian Games 1962 Jakarta

Oleh Windi.Wicaksono pada 17 Agu 2018, 13:30 WIB
Diperbarui 17 Agu 2018, 13:30 WIB
Hotel Indonesia, Asian Games 1962
Perbesar
Beberapa peninggalan bersejarah di Hotel Indonesia saat dibangun untuk menyambut Asian Games 1962. (Liputan6.com/Ahmad Fawwaz Usman)

Liputan6.com, Jakarta - Museum Nasional akan memamerkan koleksi sejarah Asian Games 1962, kala Indonesia menjadi tuan rumah untuk pertama kalinya. Berbagai koleksi peninggalan Asian Games 1962 dipajang sejak 17 Agustus 2018.

Seperti dilansir laman resmi Museum Nasional, koleksi sejarah Asian Games yang dipamerkan berupa foto, majalah, dan surat kabar sejaman, perangko dan benda memorabilia berupa souvenir Asian Games ke-IV tahun 1962 dihadirkan pada pameran ini. Pameran yang dihadirkan diharapkan dapat memotivasi dan membangun semangat tuan rumah penyelenggaraan Asian Games XVIII tahun 2018, yang akan berlangsung di Jakarta dan Palembang.

Pameran Asian Games di dua lokasi, di Plaza Insan Berprestasi Gedung A, Komplek Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Senayan, Jakarta yang berlangsung dari tanggal 17- 25 Agustus 2018 dan Lobby Kaca Gedung B Museum Nasional yang berlangsung dari Tanggal 18-28 Agustus 2018.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid mengatakan pameran ini untuk mengenang kembali bahwa Indonesia pernah menjadi tuan rumah Asian Games keempat di Jakarta.

"Asian Games tidak hanya sekedar pertandingan olahraga namun juga peristiwa budaya, kita ingin memperluas jangkauan Asian Games ini," tambahnya.

*Update terkini Asian Games 2018 mulai dari Jadwal Pertandingan, Perolehan Medali hingga informasi terbaru dari Arena Pesta Olahraga Terbesar Asia di sini

2 dari 3 halaman

Pameran Sejarah

logo Asian Games 2018
Perbesar
Logo Asian Games 2018?

Tak hanya di Jakarta, pameran sejarah juga digelar di Museum Negeri Sumatera Selatan, Palembang yang juga menjadi kota digelarnya Asian Games 2018. Selain itu akan ada bincang dengan atlet senior yang berlaga pada Asian Games 1962.

Menurut Hilmar, bincang dengan atlet senior merupakan kesempatan masyarakat untuk mendengar cerita mereka saat bertanding di ajang empat tahun sekali tersebut.

3 dari 3 halaman

Paling Cepat

"Cerita dari para atlet itu penting sekali untuk berbagi motivasi dan pengalaman, ini bukan sekadar mendengar cerita siapa yang paling cepat di lapangan, cerita dari mereka adalah pelajaran yang berharga," jelas dia.

Lanjutkan Membaca ↓