Cerita Menarik Supir Bus Timnas Indonesia U-23 saat Asian Games 2018

Oleh Ario Yosia pada 16 Agu 2018, 18:08 WIB
Diperbarui 18 Agu 2018, 17:13 WIB
Sopir Bus Timnas Indonesia U-23

Jakarta - Setyo namanya. Saat dihampiri Bola.com, pria paruh baya berusia 50 tahun tersebut duduk santai sambil merokok di tempat penyimpanan barang bus Timnas Indonesia U-23 di area ring dalam Stadion Patriot, Bekasi. Rabu (15/8/2018) malam Tim Merah-Putih meladeni Timnas Palestina dalam lanjutan penyisihan Grup A cabor sepak bola Asian Games 2018.

Lima hari terakhir pria asal Temanggung, Jawa Tengah, mendampingi Luis Milla dan anak-asuhnya saat menjalani sesi latihan atau bertanding di pentas Asian Games 2018.

"Bus anyar ini mas. Enak saya nyupirnya," ujar Setyo saat ditanya bagaimana perasaannya menyupir bus milik PSSI yang diperuntukkan buat Timnas Indonesia yang baru diluncurkan beberapa pekan lalu.

Setyo dengan fasih menjelaskan jenis bus yang dipakai Evan Dimas dkk. "Bus ini keluaran terbaru Mercedes-Benz seri OH 1626. Belum banyak dipakai oleh perusahaan bus antarkota. Baru 10 perusahaan saja yang pakai. Di antaranya Harapan Jaya, Rosalia, serta Lorena," tutur sang supir.

Dibanding generasi bus terdahulu yang pernah dioperasikan, sasis bus OH 1626 terbilang cukup istimewa, terutama dilihat dari spesifikasinya.

Jika generasi terdahulu masih menggunakan sasis tipe ladder frame (sasis tangga), bus OH 1626 sudah mengunakan sasis berbeda, yang lebih pendek. Sasis ini memiliki kelebihan lebih fleksibel dirancang bangun bodi-nya oleh industri karoseri.

Keistimewaan lainnya dari sasis OH 1626 adalah pada kaki-kakinya. Jika semua seri bus rear engine Mercedes-Benz yang pernah beredar di Indonesia dan dioperasikan BBG masih menggunakan suspensi tipe daun (leaf spring), sasis OH 1626 sudah mengadopsi suspensi udara dan sudah built-in dari pabrikan.

Suspensi jenis ini membuat guncangan bus menjadi lebih lembut saat melewati jalan terjal atau membelok sehingga membuat perjalanan, terutama perjalanan jauh tidak melelahkan.

OH 1626 merupakan generasi bus Mercedes-Benz yang manajemen mesinnya sudah menerapkan teknologi elektrikal. Tidak lagi mekanikal seperti seri terdahulu. Teknologi ini sudah diaplikasikan Mercedes-Benz pada dua generasi bus rear engine sebelumnya, yakni OH 1525 dan OH 1526.

"Enak benar naik bus ini. Bantingannya empuk. Persnelingnya manual, tujuh percepatan. Total tempat duduk 35 buah," ujar Setyo yang sudah 30 tahun menjadi supir bus.

Bus merk Mercedes-Benz yang dipakai Timnas Indonesia U-23 sempat dibawa ke Malang sebelum kemudian diserah terimakan ke PSSI.

"Dicat ulang dan ditempeli striker gambar-gambar pemain terlebih dahulu di Malang. Jadi makin bagus setelah jadi," papar Setyo.

 

2 dari 2 halaman

Doyan Lagu Nostalgia

Resmi Diluncurkan, Begini Wujud Bus Baru Timnas Indonesia
Penampakan bus baru Timnas Indonesia saat diluncurkan di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (22/7). Bus ini merupakan hibah dari bentuk kerja sama antara PSSI dan Supersoccer Indonesia. (Merdeka.com/Iqbal Nugroho)

Pembicaraan lanjutan beralih ke perilaku para pemain Timnas Indonesia U-23 saat menumpang bus. "Anak-anak timnas lucu-lucu. Mereka doyan bercanda. Suasana tidak pernah sepi, selalu ramai. Seru lha pokoknya."

Di bus timnas terdapat fasilitas DVD Player, saat penggawa Garuda Muda berada di dalamnya bus, Setyo selalu memutar video karaoke, seperti khas bus-bus antarkota pada umumnya.

Uniknya walau rata-rata usia pemain masih belia, video karaoke yang diputar bukan lagu-lagu kekinian, khas anak muda generasi millenial.

"Sesuai permintaan yang selalu diputar lagu-lagu nostalgia tempo dulu. Para pemain dan tim pelatih menikmati lagu ini, terkadang ada juga di antara pemain ikut bernyanyi. Tapi tidak sampai joget, seperti kebanyakan pemain bola lainnya yang pernah saya supiri. Mungkin tidak enak dengan Coach Luis Milla," cerita Setyo.

Luis Mila dan Bima Sakti asistennya di bus lebih banyak diam, jarang mengumbar obrolan. Mereka biasanya duduk di kursi baris depan. "Pelatih terlihat lebih serius, walau sesekali juga tersenyum melihat tingkah laku para pemain," tuturnya.

Menyupiri pesepak bola bukan hal baru bagi Setyo. Sebelum memegang Timnas Indonesia U-23 ia sempat menjadi supir klub Divisi Utama, Persitema Temanggung.

"Selama 13 tahun saya mengabdi di sana. Sekarang dipercaya menyupiri pemain-pemain terbaik Indonesia buat saya pribadi sebuah kebanggaan besar," ucap Setyo.

Setyo berharap Timnas Indonesia u-23 bisa melaju jauh di Asian Games 2018. Kekalahan 1-2 melawan Palestina ikut membuat sang driver sedih.

"Pemain yang tergabung di Timnas U-23 anak-anak baik. Mereka sopan, selalu tidak pernah lupa mengucapkan terima kasih. Saya selalu berdoa supaya mereka sukses mengharumkan nama bangsa," tutur Setyo menutup pembicaraan dengan Bola.com. Ia dipanggil untuk segera menjalankan tugasnya.  

 

Lanjutkan Membaca ↓