Ketum PSSI Santai Tanggapi Batalnya Ezra Walian Gabung Timnas Indonesia U-23

Oleh Benediktus Gerendo Pradigdo pada 02 Agu 2018, 00:59 WIB
Diperbarui 02 Agu 2018, 00:59 WIB
Ezra Walian

Jakarta - Pemain naturalisasi Indonesia, Ezra Walian, batal memperkuat Timnas Indonesia U-23 di Asian Games 2018 karena tidak mendapatkan izin dari klub barunya, RKC Waalwijk.

Ezra Walian membuat sebuah surat terbuka yang ditujukan kepada masyarakat Indonesia mengenai situasi yang tidak memungkinkan baginya bergabung dengan Timnas Indonesia U-23 dalam pemusatan latihan dan juga kemungkinan di Asian Games 2018.

Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi, angkat bicara perihal ini. Ia menilai batalnya Ezra Walian bergabung dengan Timnas Indonesia U-23 bukan masalah besar. Menurutnya, rekan-rekan setim Ezra di Timnas Indonesia U-23 saat ini memiliki prestasi yang lebih baik.

Namun, pada saat yang sama Edy juga menilai persoalan yang dihadapi Ezra ini menjadi pelajaran baginya dan juga PSSI, bahwa seharusnya klub sepak bola harus bersurat dengan federasi terkait transfer pemain dan perizinan untuk membela tim nasional.

"Saya tidak terlalu mengejar masalah itu karena saat ini prestasi Ezra masih ada di bawah rekan-rekan setimnya di Timnas Indonesia U-23 yang saat ini sangat baik," tanggapan pertama Edy Rahmayadi soal masalah Ezra.

"Namun, ada yang perlu sampaikan soal masalah ini, yaitu soal seharusnya ada komunikasi dengan federasi. Jika tim nasional akan menggunakan pemain, klub seharusnya mengizinkan. Ini yang sering dilangkahi klub. Ke depan, kami ingin tegaskan soal masalah seperti ini. Indonesia juga harus dihormati bangsa lain," lanjut Ketum PSSI itu.

Bicara soal pengganti Ezra Walian di Timnas Indonesia U-23, Edy Rahmayadi menyerahkan semua keputusan kepada Luis Milla. Namun, kondisi Tim Garuda Muda yang masih perlu mencoret pemain untuk mendapatkan 20 pemain yang akan berlaga di Asian Games 2018 tampaknya membuat Luis Milla tak perlu memanggil pemain lain.