Utak-atik Peluang Ganda Putra Indonesia di Asian Games 2018

Oleh Zulfirdaus Harahap pada 28 Jul 2018, 20:11 WIB
Diperbarui 28 Jul 2018, 20:11 WIB
Kevin Sanjaya/Marcus Gideon, Indonesia Open 2018
Perbesar
Kevin Sanjaya mengembalikan kok ke arah Mads Conrad/Mads Pieler pada perempat final ganda putra Indonesia Open 2018 di Istora Senayan, Jakarta, (6/6/2018). Kevin/Marcus menang 20-22, 22-20, 21-18. (Bola.com/Nick Hanoatubun)

Jakarta - Ganda putra menjadi salah satu nomor yang diandalkan untuk mempersembahkan medali di Asian Games 2018. Namun, sama seperti kejuaraan lainnya, laju ganda putra Indonesia nanti diprediksi tak akan mudah.

Sepanjang sejarah Asian Games, nomor ganda putra sudah meraih 7 medali emas. Dua medali terakhir dipersembahkan Markis Kido/Hendra Setiawan pada 2010 dan Mohammad Ahsan/Henda Setiawan pada 2014.

Sejauh ini, peta persaingan ganda putra memang terbilang berat. Kemungkinan besar tantangan buat Indonesia hadir dari ganda China, Liu Cheng/Zhang Nan atau dari Li Junhui/Liu Yuchen.

Selain China, Jepang juga berpeluang memberikan tekanan buat Indonesia. Negera Matahari Terbit itu bakal diperkuat Takeshi Kamura/Keigo Sonoda dan Takuto Inoue/Yuki Kaneko.

Namun, Indonesia juga tak boleh dipandang sebelah mata. PBSI mempercayakan ganda putra pada Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.

Pada 2018, Kevin/Marcus tampil impresif. Sejauh ini pasangan berjuluk The Minions itu berhasil meraih gelar di Indonesia Master, India Terbuka, All England, dan Indonesia Open.

Kevin/Marcus punya catatan apik menghadapi Liu Cheng/Zhang Nan yakni meraih empat kemenangan dan sekali imbang. Catatan tak kalah apik juga ditorehkan Kevin/Marcus atas Li Jinhui/Liu Yuchen yakni enam kemenangan berbanding satu kekalahan.

Sementara itu, catatan agak berimbang dimiliki Kevin/Marcus ketika menghadapi Kamura/Sonoda yakni empat kemenangan dan tiga kekalahan.

Catatan apik juga ditorehkan Fajar/Rian melawan Liu Cheng/Zhang Nan yakni dua kemenangan dan belum kalah. Namun, Fajar/Rian punya catatan buruk ketika menghadapi Li Jinhui/Liu Yuchen yakni baru sekali menang dan tiga kali kalah.

Rekor cukup berimbang dimiliki Fajar/Rian melawan Takeshi Kamura/Keigo Sonoda yakni dua kali menang dan dua kali kalah. Adapun melawan Yuki Kaneko/Takuto Inoue, Fajar/Rian belum pernah menang dan kalah empat kali.

Mengacu pada statistik di atas, Indonesia sebenarnya punya peluang meraih medali emas di Asian Games 2018 dari sektor ganda putra. Raihan medali tersebut diharapkan datang dari Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon.

Sumber: Bola.com