Panjat Tebing dan Target 2 Emas di Asian Games

Oleh Jonathan Pandapotan Purba pada 09 Jun 2018, 19:20 WIB
Diperbarui 09 Jun 2018, 19:20 WIB
Panjat Tebing
Perbesar
Logo Cabang Baru Asian Games 2018 Panjat Tebing (Bola.com/Adreanus Titus)

Liputan6.com, Jakarta - Asian Games 2018 sudah di depan mata. Event olahraga terbesar di Asia itu akan digelar pada 18 Agustus-2 September dan mempertandingkan 40 cabang olahraga.

Salah satu cabang baru yang dipertandingkan di Asian Games adalah Panjat Tebing. Tak tanggung-tanggung, kontingen Indonesia menargetkan dua emas dari cabang ini. Keduanya dari nomor speed putra dan putri.

Untuk mencapai target di Asian Games, kontingen Indonesia sudah punya modal dengan meraih beberapa prestasi di berbagai kejuaraan.

Tim Panjat Tebing Indonesia meraih total satu medali emas, tiga medali perak, dan tiga medali perunggu dalam tiga seri Piala Dunia Panjat Tebing 2018 di Rusia dan China.

Pada seri Piala Dunia Panjat Tebing di Moscow, Rusia, pada 21-22 April 2018, tim Merah-Putih meraih medali perunggu atas nama Veddriq Leonardo pada nomor speed world record.

Kemudian pada seri Piala Dunia di Chongqing, China, pada 5-7 Mei, tim Indonesia merebut satu medali emas atas nama Aries Susanti Rahayu, satu medali perak atas nama Aspar Jaelolo, dan satu medali perunggu atas nama Puji Lestari.

Terakhir pada seri Piala Dunia di Tai'an, China, pada 12-13 Mei, tim panjat tebing Indonesia meraih dua medali perak dan satu medali perunggu. Medali perak dipersembahkan oleh Sabri dan Agustina Sari. Sedangkan medali perunggu dipersembahkan oleh Aries Susanti Rahayu.

 

2 dari 2 halaman

Waspadai 3 Negara

Tim panjat tebing Indonesia juga mewaspadai persaingan dari tiga tim dalam perlombaan di Asian Games nanti.

"Kami sempat mencoba memantau kekuatan tim China, juga Kazakhstan untuk tim putri. Kemudian, ada Singapura yang masuk dalam pemantauan kami," kata Sekretaris Jenderal Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Sapto Hardiono, seperti dilansir Antaranews.

Namun, Sapto mengatakan tim panjat tebing Indonesia hanya perlu menjaga kondisi fisik atlet-atlet mereka selain peningkatan kecepatan panjatan saat lomba.

"Kami sudah cukup nyaman untuk tim putri. Tapi pada tim putra, kami masih punya peluang 50:50 dengan tiga negara Asia itu," kata Sapto.

Lanjutkan Membaca ↓