Pengambilan Api Obor Asian Games Akan Berlangsung Simbolik

Oleh Bogi Triyadi pada 29 Mei 2018, 22:30 WIB
Diperbarui 29 Mei 2018, 22:30 WIB
Obor Asian Games 2018 Diperkenalkan
Perbesar
Ketua Pelaksana INASGOC Erick Thohir (kiri), Menko PMK Puan Maharani dan Susi Susanti memberikan sambutan saat peluncuran Torch Asian Games pada Konser 100 Hari Menuju Asian Games 2018 di Studio 6 Emtek, Jakarta, Kamis (10/5). (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Prosesi pengambilan api untuk obor Asian Games 2018 di India akan menjadi peristiwa simbolik. Sebab, diselenggarakan di Stadion Nasional Dhyan Chand, dekat dengan India Gate.

India Gate merupakan monumen nasional yang terletak di jantung New Delhi. Monumen ini dibangun untuk memperingati puluhan ribu tentara India yang gugur mendukung Britania dalam Perang Dunia I.

Setelah kemerdekaan India, sebuah bangunan peringatan ditambahkan di lokasi tersebut, yakni Amar Jawan Jyoti (api gelora tentara abadi) untuk mengenang para tentara tidak dikenal yang gugur dalam Perang Indo-Pakistan pada Desember 1971.

"Akan ada tim dari Indonesia yang akan ke India untuk mengambil api, ini akan menjadi kegiatan yang cukup simbolik," kata Duta Besar Indonesia untuk India Sidharto R. Suryodipuro di Jakarta seperti dikutip dari Antara.

Saat ini, Indonesia dan India masih mempersiapkan prosesi pengambilan api obor Asian Games 2018 yang akan melibatkan atlet kedua negara. "Nanti apinya akan diestafetkan oleh atlet India ke atlet Indonesia," tutur Dubes Arto.

Api untuk Asian Games 2018 akan mulai dinyalakan menggunakan cermin parabola yang diarahkan ke sinar matahari pada 15 Juli di Stadion Nasional Dhyan Chand. Kemudian dibawa dalam pawai budaya sepanjang tiga kilometer melewati tempat-tempat bersejarah di India.

2 dari 3 halaman

Teruskan Tradisi

Obor Asian Games 2018 Diperkenalkan
Perbesar
Mantan atlet bulutangkis Susi Susanti, memegang obor untuk Asian Games 2018 saat peluncuran Torch Asian Games dalam Konser 100 Hari Menuju Asian Games 2018 di Studio 6 Emtek, Jakarta, Kamis (10/5). (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (Inasgoc) akan meneruskan tradisi yang dimulai pada Asian Games 2014 di Incheon terkait asal api. Sejak empat tahun lalu, obor Asian Games dinyalakan di lokasi pertama kali Asian Games digelar pada 1951, yakni Stadion Nasional Dhyan Chand.

Api obor Asian Games kemudian dibawa dengan pesawat udara khusus pada 18 Juli ke Mrapen, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, dimana terdapat api abadi yang sudah dikenal sejak Kesultanan Demak pada abad ke-15.

Pawai obor Asian Games akan melintasi Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, hingga Papua Barat, kemudian berlanjut ke Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, dan menyeberang ke Pulau Sumatera yang dimulai dari Aceh.

Perjalanan akan berlanjut ke Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, hingga Lampung. Kirab obor akan kembali ke Pulau Jawa dan melintasi Banten, Jawa Barat, sebelum tiba di DKI Jakarta pada 15 Agustus.

3 dari 3 halaman

Bentuk Obor

Bentuk obor Asian Games 2018 merupakan paduan dua alat bela diri tradisional Betawi dan Palembang yang akan menjadi wadah bagi api abadi Asian Games untuk berkobar. Perpaduan dua alat bela diri tradisional itu, golok dan skin, menjadi penggambaran ragam budaya Indonesia yang bersatu dalam tujuan.

Obor berwarna dominan perak itu menggunakan bahan bakar propane gas untuk menjaga api tetap menyala.

Lanjutkan Membaca ↓