Kepala BKPM: Shutdown di Amerika, So What?

Oleh Siska Amelie F Deil pada 05 Okt 2013, 11:49 WIB
Diperbarui 05 Okt 2013, 11:49 WIB
mahenda-siregar130527b.jpg
Perbesar
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Mahendra Siregar menilai Indonesia sama sekali tidak perlu merasa cemas dalam menghadapi persoalan penghentian operasional pemerintah (shutdown government) Amerika Serikat (AS). Hal ini mengingat Indonesia memang tidak bisa berbuat apapun untuk mengubah isu domestik di sana.

"So What? Mau nangis sore pagi siang malam? Kenapa banyak yang cemas soal itu? Memangnya kita mau apa soal isu shutdown? Anda tak bisa berkontribusi apapun untuk mengubah situasi, mau apa kek AS, ya so what," tutur Mahendra saat ditemui di Nusa Dua, Bali, seperti ditulis Sabtu (5/10/2013).

Mahendra mengaku dirinya belum memperkirakan terlalu jauh mengenai waktu penyelesaian isu tersebut mengingat kasusnya masih berlangsung. Menurutnya, ikut membahas isu batas utang (debt ceiling) AS di Indonesia juga masih terlalu jauh pemetaannya. Dia merasa pengaruhnya terhadap ekonomi dalam negeri tidak terlalu besar meskipun volume ekspornya cukup besar.

"Saya rasa tidak pengaruh terlalu besar karena yang beli ekspor itu pemerintah Amerika. Peran pemerintah di Amerika dalam perekonomian kan tentu tidak sebesar yang non pemerintah, jadi saya tidak mengkhawatirkan. Kalau dampak langsung saya rasa tidak ada,"  paparnya.

Dia menjelaskan, isu shutdown AS tidak akan mempengaruhi masuknya investasi asing (Foreign Direct Investment/FDI) ke Tanah Air.

"Mau shutdown atau nggak, tidak akan mempengaruhi investasi," tegasnya. (Sis/Ndw)