Penjagaan Lapas Nusakambangan Jelang Pemindahan Napi Teroris Mako Brimob

Oleh Muhamad Ridlo pada 10 Mei 2018, 15:00 WIB

Liputan6.com, Cilacap - Sebanyak 155 napi terorisme dipindah sekaligus ke Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, usai bentrok di Rutan Mako Brimob, Kamis (10/5/2018).

Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) memiliki lapas khusus napi teroris berisiko tinggi atau "High Risk Terorism" alias berbahaya, yakni Lapas Pasir Putih. Sebab itu, pemindahan napi teroris ke Nusakambangan dinilai sebagai langkah terbaik dan tercepat.

Desain Lapas Pasir Putih memastikan tiap napi terorisme berbahaya tak berinteraksi secara leluasa. Pasalnya, lapas berkapasitas 124 orang itu memiliki sel-sel.

Lapas Pasir Putih juga terbagi menjadi empat blok yang masing-masing terpisah antara satu dan lainnya. Hal itu untuk memastikan agar para napi teroris tak saling memengaruhi atau bahkan berkoordinasi.

"Mereka dipisahkan dengan komunitasnya," ucap Ade Kusmanto, Kepala Bagian Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham, kepada Liputan6.com.

Menurut dia, Kemenkumham bekerja sama dengan Polri memperketat penjagaan di Nusakambangan, berikut jalur-jalur yang dilalui para napi teroris yang terlibat bentrok di Mako Brimob yang dipindah ke.

Namun, ia tak menjelaskan berapa jumlah personel yang dilibatkan menjelang dan saat pemindahan napi teroris dari Mako Brimob ke Nusakambangan.

"Itu kan terkait dengan pengamanan sana (Nusakambangan)," ia berujar.

1 of 3

SOP Pengamanan Lapas Pasir Putih Nusakambangan

Lapas Nusakambangan Cilacap, Jawa Tengah siap menerima pindahan napi terorisme dari Mako Brimob. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)

Lantaran dipindah sekaligus, 155 napi tak tertampung di Lapas Pasir Putih. Sebab itu, para napi akan ditempatkan sementara di beberapa lapas yang ada di Nusakambangan.

Dari enam Lapas, salah satunya juga memiliki pengamanan super maksimum, yakni Lapas Khusus Bandar Narkoba. Secara tradisional, napi-napi yang hendak ditempatkan di enam lapas selalu menjalani orientasi di lapas ini.

Kepala Seksi Pembinaan Lapas Pasir Putih Nusakambangan, Bahrun menjamin, Lapas Pasir Putih siap menerima pemindahan napi teroris. Namun, ia menyatakan belum memperoleh laporan rinci, berapa yang akan ditempatkan di lapas ini.

"Saya belum tahu. Masih normal-normal saja," Bahrun menjelaskan.

Dia pun menjelaskan, prosedur pengamanan yang diterapkan di Lapas Pasir Putih tak banyak berubah. Pasalnya, Lapas Pasir Putih memang didesain untuk pengamanan super.

Sebelumnya, Menkumham Yasonna Laoly menjelaskan, Nusakambangan memiliki dua lapas khusus, satu lapas untuk napi teroris berisiko tinggi satu lapas lainnya untuk bandar narkoba.

Di dua lapas ini, para napi hanya akan keluar ke ruangan kala menerima tamu yang terbatas pada keluarga inti dan pendamping rohani atau untuk konseling atau pengacaranya. Mereka tak diperkenankan menerima tamu di luar itu.

Saksikan video pilihan berikut:

2 of 3

Standar Pengamanan Lapas Khusus Terorisme dan Bandar Narkoba

Suasana di Lapas Permisan, Nusakambangan. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)

Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan napi bertemu dengan kurir. Meski dibuat seketat itu, perlakukan terhadap napi tetap manusiawi.

“Semua pakai CCTV, one person one room. 24 hours dipantau CCTV tidak mungkin keluar. Kemudian dimonitor selama 24 jam,” kata Yasonna, saat mengunjungi dua Lapas berpengaman super ketat (SMS), yakni Lapas Khusus Bandar Narkoba dan Lapas Khusus Terorisme di Lapas Pasir Putih, di Pulau Nusakambangan, Jumat, 22 Desember 2017.

Mengantisipasi bobolnya komunikasi dengan telepon seluler, Lapas Khusus Bandar Narkoba dan napi teroris berbahaya dilengkapi dengan berbagai teknologi pengacak sinyal (jammer).

Seleksi petugas pun dilakukan secara ketat. Petugas-petugas terbaik dari berbagai lapas akan ditempatkan di Lapas ini.

Lulusan terpilih dari Akademi Ilmu Pemasyarakatan Indonesia (AKIP) juga akan ditempatkan di lapas ini. Lapas akan menjadi tempat untuk menggodok para petugas magang.

“Orang-orang yang kita tempatkan di Pasir Putih dan Lapas Batu setelah melawati assesment, oleh tim independen dari luar. Kita bekerja sama dengan psikolog Angkatan Udara,” dia menerangkan.

Lapas khusus juga dilengkapi dengan detektor canggih atau X-Ray yang mampu mendeteksi benda yang amat kecil. Detektor akan ditempatkan di berbagai titik, mulai pintu utama hingga ruangan-ruangan khusus yang hanya boleh diakses oleh petugas.

Yasonna menyebut, X-Ray itu bisa mendeteksi benda terkecil, misalnya cincin dan tembus hingga tengkorak manusia.

Berita Terkait